Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Muncul Percobaan Penculikan Siswa SD, Ketua RT di Semarang Tambah CCTV

PREVENTIF - Ketua RT di Semarang akan menambah CCTV
usai peristiwa percobaan penculikan siswa SD Negeri Pakintelan 2. (ilustrasi/ahyu sulistiyawan)

SEMARANG — Kasus percobaan penculikan anak kembali meresahkan warga. Peristiwa itu menimpa seorang siswa kelas 6 SD Negeri Pakintelan 2, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, pada Jumat 15 Agustus 2025 lalu.


Ketua RT 1 RW 3, Mutakin, menegaskan akan menambah jumlah kamera pengawas atau CCTV di lingkungan setempat sebagai langkah pencegahan. Saat ini, wilayah tersebut baru memiliki empat titik CCTV, masing-masing dua unit di pos kamling dan dua di rumah warga.


"Mobil MPV warna abu-abu pelaku hanya terekam sekali lewat, satu arah saja. CCTV memang terbatas, baru empat unit. Insyaallah nanti akan ditambah, terutama kalau ada bantuan dari pemerintah atau swadaya warga," jelas Mutakin, Kamis 21 Agustus 2025 malam


Menurut keterangan Mutakin, korban inisial H berjalan kaki sepulang sekolah hingga pertigaan jalan dekat kandang kuda. Lokasi tersebut sepi karena jauh dari pemukiman, dengan jarak sekitar 300 meter dari rumah korban.


Di titik itulah, korban diduga dihampiri oleh pelaku seorang diri. Meski sempat histeris, korban berhasil melarikan diri dan pulang ke rumah. Setelah itu, orang tua korban melaporkan kejadian ke Ketua RT dan pihak berwajib.


"Anak langsung pulang dalam kondisi ketakutan. Setelah sampai rumah, orang tuanya datang melapor ke sini," tambah Mutakin.


Ia menambahkan, saat kejadian sekitar pukul 11.00 wib cenderung sepi karena warga sedang persiapan menjalankan ibadah salat Jumat.


"Kebetulan pas kejadian warga terutama bapak-bapak yang berkebut sudah kembali kerumah untuk persiapan Jumatan," tambahnya.


Lebih lanjut, orang tua menceritakan kronologisnya dalam keadaan panik. Sehingga menyarankan korban H untuk dibawa kerumah untuk diberi keterangan saat sudah tenang.

"Saat dibawa kerumah, terlihat kondisi wajah korba ada bekas cakaran kuku dan bagian leher ada lebam merah bekas cekikan," ujar Mutakin.


Namun, Pasca insiden tersebut kondisi korban H saat ini sudah berangsur membaik. Orang tua korban berusaha menenangkan dengan mengajaknya berjalan-jalan agar tidak trauma.


"Alhamdulillah anaknya sudah membaik. Orang tuanya mengajak jalan-jalan supaya bisa menghilangkan rasa takut," kata Mutakin.


Mutakin mengimbau agar warga lebih waspada dan memperketat pengawasan anak, khususnya saat bermain di area sepi.


"Dari kejadian ini, mudah-mudahan jadi pelajaran bagi semua. Anak-anak jangan dibiarkan bermain sendirian, apalagi di lokasi sepi. Lebih baik bermain bersama teman-temannya," tegasnya.


Ia juga menambahkan, kawasan sekitar lapangan dan kandang kuda memang cenderung sepi di waktu tertentu. Hal ini membuat lokasi rawan terhadap tindak kejahatan.


Kasus percobaan penculikan ini sudah dilaporkan ke pihak kepolisian. Saat ini, aparat tengah melakukan penyelidikan dengan memeriksa rekaman CCTV dan meminta keterangan dari warga sekitar.


Mutakin menyatakan menyerahkan sepenuhnya kasus ini kepada pihak berwajib. "Saya serahkan semuanya ke polisi untuk penyelidikan lebih lanjut," ujarnya.

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube