SEMARANG — Sebanyak 44 kelurahan di Kota Semarang hingga saat ini masih belum punya lurah definitif. Kondisi ini terjadi karena beberapa faktor, mulai dari banyaknya ASN yang pensiun, ada yang wafat, hingga minimnya minat untuk menduduki jabatan tersebut.
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, mengakui hal ini cukup mengejutkan. Pasalnya, posisi lurah ternyata kurang diminati meski jumlah ASN di Pemkot Semarang cukup banyak.
"Sudah kami rapatkan, bukan cuma soal lurah, tapi juga jabatan lain yang kosong karena pensiun atau meninggal. Yang mengejutkan, ternyata jabatan lurah ini tidak terlalu menarik minat ASN," ujar Agustina saat ditemui usai Rapat Paripurna di Gedung DPRD Jateng, Senin 29 September 2025.
Menurutnya, salah satu hambatan pengisian jabatan lurah adalah aturan administrasi. ASN yang baru menjabat di posisinya kurang dari dua tahun belum bisa dipindahkan. Sementara, jumlah ASN yang sudah memenuhi syarat pun sangat terbatas.
"Kalau ada yang dipindah, otomatis jabatan lama mereka jadi kosong. Jadi ini seperti puzzle, harus ditata satu per satu, tidak bisa langsung semuanya diisi," jelasnya.
Ia menambahkan, proses pengisian jabatan lurah kini sudah masuk tahap plotting (penempatan). Rencananya akan dilakukan bersamaan dengan pengisian jabatan eselon lainnya di Pemkot Semarang.
"Targetnya sekitar tiga minggu lagi, barengan dengan pengisian eselon lain. Enggak ada panitia khusus, semua tetap lewat jalur struktural melalui Sekda, Asisten I, dan bagian kepegawaian," katanya.
Untuk jabatan eselon II, prosesnya memang lebih ketat karena wajib melalui seleksi dan tes. Sementara jabatan lurah dan setingkatnya relatif lebih sederhana.
Meski SDM di Pemkot Semarang cukup banyak, Agustina mengakui adanya kesenjangan besar antara eselon II dan III. Saat ini ada 10 jabatan eselon II yang kosong, namun ASN yang memenuhi syarat untuk naik ke level itu jumlahnya terbatas.
"Kondisi ini salah satunya karena kebijakan lama, di mana banyak jabatan diperpanjang sehingga regenerasi jadi terhambat. Sekarang pelan-pelan kita perbaiki," ujarnya.
Meski begitu, Agustina optimistis semua posisi bisa terisi secara bertahap sesuai aturan yang berlaku.
"Saya yakin ini bisa selesai. SDM kita siap, tinggal teknis distribusinya yang kita tata dengan baik," pungkasnya.