Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Antisipasi Keracunan, Catering Program MBG di SMPN 11 Semarang Diwajibkan Serahkan Sampel Menu

MENU - Siswa SMP Negeri 11 Semarang menerima sampel program MBG
setelah sebulan pemberian makan bergizi gratis berlangsung. (wahyu sulistiyawan/diswayjateng.com)

SEMARANG — Setelah satu bulan berjalan sejak akhir Agustus 2025 lalu, program makan bergizi gratis (MBG) di SMP Negeri 11 Semarang, akhirnya mulai menerapkan pemberian sampel makanan kepada pihak sekolah.


Kebijakan ini baru dilakukan mulai, Senin 29 September 2029, atau tepat sebulan setelah program MBG diterima siswa. Ini dilakukan berdasarkan arahan Dinas Pendidikan Kota Semarang, pascakasus keracunan massal MBG di Jawa Barat.


Wakil Kepala SMPN 11 Semarang, Darus Irfangi, menjelaskan sejak pekan ini setiap hari pihak katering wajib memberikan dua sampel makanan. Satu sampel diberikan kepada kepala sekolah, dan penanggung jawab MBG, Ema Maeda Istiadwi.


“Sampel ini untuk memastikan kelayakan dan rasa sebelum makanan dibagikan kepada siswa. Kami ingin menjamin keamanan makanan agar kasus seperti di Jawa Barat tidak terjadi di Semarang,” ujar Darus kepada diswayjateng.com, Senin 29 September 2025.


Program MBG di SMPN 11 Semarang diberikan kepada 764 siswa. Dari pantauan dilapangan MBG diberikan sebelum masuk jam istirahat ke dua. Dimana penanggung jawab kelas mengambil untuk dibagikan kepada rekannya.


Tradisi doa bersama juga dilakukan sebelum menyantap MBG yang sudah tersedia di meja masing-masing siswa.


Menurut Darus, penerapan kebiasaan tersebut tidak hanya terkait kesehatan, tetapi juga menjadi sarana pendidikan karakter di sekolah.


“Kami ingin anak-anak terbiasa menjaga kebersihan, disiplin, serta menghargai makanan,” tambahnya.

Darus menambahkan, katering yang ditunjuk yakni Yayasan Tiga Putri, dinilai cukup responsif dalam menerima masukan untuk menu MBG disiapkan bervariasi setiap minggu dengan menyesuaikan kebutuhan gizi seimbang. Meski begitu, anak-anak sering meminta menu favorit seperti nugget atau lauk kering.


“Kalau anak-anak mintanya lauk kering terus, kami tetap arahkan agar mereka suka makan sayur. Saya sendiri sering menyampaikan dalam pelajaran IPS bahwa gizi seimbang itu penting,” kata Darus.


Evaluasi program dilakukan setiap bulan dengan melibatkan Puskesmas dan Badan Gizi Nasional. Masukan dari siswa maupun orang tua juga dijadikan bahan perbaikan.


Penanggung jawab MBG, Ema Maeda Istiadwi, menambahkan pihaknya mencatat siswa yang memiliki alergi makanan. Menu khusus disiapkan untuk anak dengan alergi telur atau ikan. Namun, nasi tetap wajib disajikan karena menjadi menu utama.


Program MBG juga berdampak pada kantin sekolah. Menurut Darus, omzet pedagang kantin sedikit menurun, terutama pada jam istirahat kedua.


“Meski ada penurunan, kantin tetap buka normal. Hanya saja stok dagangan mereka kini lebih menyesuaikan,” jelasnya.


Sejak diluncurkan pada 22 Agustus lalu, program MBG di SMPN 11 Semarang mendapat antusiasme tinggi dari siswa maupun orang tua. Menurut Darus, banyak siswa yang merasa terbantu dan berharap program ini terus berjalan.


“Anak-anak sering bertanya, ‘Pak, program ini sampai kapan?’ Kami jawab, mari sama-sama berdoa agar program ini bisa berlangsung selamanya,” tuturnya.