Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Kota Semarang Sukses Tekan Inflasi Beras Jadi 6,7 Persen

APRESIASI - Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti mendapatkan apresiasi dari Gubernur Jateng Ahmad Luthfi dalam menekan inflasi beras di Kota Semarang. (istimewa)

SEMARANG — Meskipun bukan daerah penghasil utama pangan (lumbung pangan), Kota Semarang berhasil mencatatkan prestasi membanggakan dalam menekan laju inflasi, khususnya pada komoditas harga beras dan bahan makanan selama satu tahun terakhir. 


Ibu kota Jawa Tengah ini mampu menurunkan inflasi harga beras dari 22 persen menjadi 6,7persen.


Prestasi ini mendapat pujian langsung dari Gubernur Jawa Tengah, Achmad Luthfi, dalam High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) yang digelar di Hotel Gumaya, Semarang.


"Kota Semarang mendapatkan pujian karena mampu melakukan intervensi untuk menurunkan inflasi khususnya di harga beras dan bahan makanan dari 22 persen menjadi 6,7 persen," kata Wali Kota Semarang Agustina saat memberikan keterangan di Balai Kota, Rabu 16 Juli 2025.


Agustina mengungkapkan, capaian tersebut merupakan hasil kerja keras dan inovasi dari Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang dalam menjaga kestabilan harga serta memperkuat ketahanan pangan masyarakat.


Beberapa program unggulan dinilai berperan besar dalam menekan angka inflasi. Salah satunya adalah program PAK RAHMAN (Pasar Pangan Rakyat Murah dan Aman), yang menyediakan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau dan kualitas terjamin.


Melalui program ini, masyarakat bisa langsung mengakses pangan murah tanpa perantara, sekaligus menjadi instrumen pengendalian harga di pasar.


Selain itu, program BUMP LUMPANG SEMAR (Badan Usaha Milik Petani Lumpang Semar Sejahtera) juga terbukti efektif dalam menstabilkan harga dan meningkatkan kesejahteraan petani. BUMP ini memotong rantai distribusi pangan agar petani bisa langsung menjual hasil panen mereka ke pasar, tanpa bergantung pada tengkulak.

"Lumpang Semar adalah badan usaha milik kami. Kami berikan pembiayaan langsung agar bisa tanam tanpa harus bergantung ke tengkulak," ujar Agustina.


Program ini bahkan mendapatkan penghargaan BUMP Terbaik dalam ajang Bank Indonesia Award 2024, sebagai pengakuan atas kontribusinya terhadap kestabilan harga dan kemandirian petani.


Guna memperkuat upaya pengendalian inflasi, Pemkot Semarang juga meluncurkan program baru bertajuk KEMPLING SEMAR (Ketahanan Pangan Keliling Semarang). Program ini mengoperasikan delapan unit mobil keliling yang akan menyambangi empat titik RW setiap harinya hingga akhir 2025.


Mobil ini akan menyuplai kebutuhan pokok secara langsung ke masyarakat, terutama di titik-titik yang mengalami lonjakan harga. Selain menjadi bentuk operasi pasar harian, armada ini juga berfungsi sebagai kontrol harga langsung di lapangan.


"Tujuannya untuk menciptakan persaingan harga sehat dan memastikan kebutuhan pokok tetap terjangkau di masyarakat," tambah Agustina.


Komitmen Pemkot Semarang Jaga Stabilitas Harga dan Kesejahteraan Warga

Wali Kota Agustina menegaskan, komitmen pemerintah dalam menjaga kestabilan harga dan kesejahteraan warga akan terus diperkuat melalui berbagai kolaborasi dan inovasi lintas sektor.


"Komitmen ini harus terus dilakukan untuk mempererat sinergi dalam pengendalian inflasi demi mewujudkan stabilitas harga dan kesejahteraan seluruh warga Kota Semarang," tandasnya.

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube