Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Kendalikan Inflasi, Gubernur Jateng Perkuat Distribusi Pangan dan Kemitraan Daerah

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi saat berbicara dalam High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di Hotel Gumaya
Semarang
Rabu 16 Juli 2025

SEMARANG — Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ahmad Luthfi menegaskan pentingnya langkah konkret dan sinergis dalam pengendalian harga dan menjaga ketersediaan pangan strategis di wilayahnya.


Jawa Tengah dinilai memiliki potensi produksi pangan yang besar, yang dapat dimaksimalkan untuk menstabilkan harga dan mendukung pasokan antardaerah.


"Contohnya beras di Klaten, bawang merah di Brebes, cabai di Temanggung dan Rembang. Ini harus dimaksimalkan untuk menyuplai wilayah lain agar tidak terjadi lonjakan harga,” kata Luthfi dalam High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di Hotel Gumaya, Semarang, Rabu 16 Juli 2025


Ia menambahkan, penetrasi pasokan ke daerah lain menjadi langkah strategis agar inflasi bisa ditekan.


Data menunjukkan, per 8 Juli 2025 harga beras medium di Jateng rata-rata Rp13.565 per kilogram, melebihi Harga Acuan Penjualan (HAP) Rp12.500.


Di beberapa daerah seperti Semarang dan Pekalongan, harga bahkan menembus Rp14.750. Kenaikan ini juga sejalan dengan naiknya harga gabah kering panen dari Rp6.415 menjadi Rp6.693.


Menanggapi kondisi tersebut, Pemprov Jateng melalui BUMD telah menggelar operasi pasar dan mendirikan Toko TPID di 11 kabupaten/kota.


“Saya sudah instruksikan daerah lain agar mendirikan Toko TPID,” kata Luthfi.

Pemprov juga terus mendorong skema kemitraan melalui champion komoditas seperti bawang merah dan cabai rawit. Saat ini, telah terjalin kerja sama dengan 15 mitra dan luasan tanam cabai mencapai 300 hektare.


Untuk memperkuat ketahanan pangan lokal, Pemprov membentuk koperasi dan BUMD pangan di berbagai level.


Saat ini, terdapat 29 Badan Usaha Milik Petani yang aktif, serta koperasi “Merah Putih” yang menjadi ujung tombak distribusi pangan.


Strategi pengendalian inflasi, lanjut Luthfi, dijalankan melalui dua arah: jangka pendek dengan optimalisasi pasokan dan distribusi, serta jangka panjang dengan pembangunan ekosistem ekonomi digital, penguatan data pangan, dan pembangunan good hub modern lengkap dengan cold storage.


Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jateng, Rahmat Dwisaputra, menyebut inflasi di Jateng pada Juni 2025 tercatat sebesar 0,24% (month-to-month).


Komoditas penyumbang utama antara lain beras, cabai rawit, bawang merah, daging ayam ras, dan telur ayam ras.


“Betul yang disampaikan Pak Gubernur, kita akan fokus pada pengendalian harga bahan pokok. Sejauh ini, sudah berhasil di 11 kabupaten/kota dan kami dorong agar daerah lain segera menyusul,” ujar Rahmat.

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube