SEMARANG — PT Jasamarga Jogja Solo (JMJ) selaku pengelola Jalan Tol Solo-Yogyakarta menerapkan sistem transaksi tertutup.
Sebelumnya, Jalan Tol Solo-Yogyakarta resmi diberlakukan tarif tol Solo-Yogyakarta-NYIA Kulon Progo (Jogja-Solo) segmen Klaten-Prambanan per tanggal 6 Agustus 2025, esok.
Sebagai gambaran untuk pengguna jalan golongan I (kendaraan pribadi), tarif terjauh jika dari arah Kartasura dan keluar di GT Prambanan atau sebaliknya, dikenakan tarif sebesar Rp57.000.
"Sementara itu untuk jarak terdekat, masuk dari GT Klaten keluar di GT Prambanan atau sebaliknya, dikenakan tarif sebesar Rp15.000," ujar Direktur Utama PT JMJ Rudy Hardiansyah, Selasa 5 Agustus 2025.
Dengan adanya sistem transaksi tertutup, Rudy mengingatkan pengguna jalan akan pentingnya menggunakan satu kartu uang elektronik yang sama dalam bertransaksi di gerbang masuk maupun gerbang keluar serta memastikan kecukupan saldo uang elektronik selama perjalanan.
Rudy menerangkan, total panjang Jalan Tol Jogja-Solo Segmen Kartasura - Prambanan adalah 30,15 km.
Djmana saat ini yang telah beroperasi dan bertarif sepanjang 22,3 km. Jalan Tol Jogja-Solo yang dibangun sejak tahun 2021 dengan masa konsesi 40 tahun.
Progres saat ini untuk paket 1.2 Klaten-Purwomartani, progres konstruksi mencapai 87,90% dan progres pembebasan lahan 99,74%.
"Paket 2.1A Purwomartani-Maguwoharjo progres konstruksi 9,82 % dan progres pembebasan lahan 91,55 % serta Paket 2.2B JC Sleman-Trihanggo progress konstruksi 63,64 % dan progres pembebasan lahan 99,83 %," terang dia.
Nantinya jika terhubung secara penuh, jalan tol ini akan mempermudah perjalanan masyarakat dari dan menuju Jalan Tol Trans Jawa baik yang ke arah Jawa Timur maupun ke arah Jakarta.
Sekaligus, menjadi pendukung Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN).
"Keberadaan jalan tol ini diharapkan dapat meningkatkan konektivitas wilayah Joglosemar (Jogja-Solo-Semarang), dan meningkatkan daya saing investasi di wilayah tersebut," imbuhnya.