SEMARANG — Ratusan massa yang tergabung dalam Forum Komunikasi Petugas Irigasi (FKPI) Jawa Tengah menggelar aksi damai di halaman Kantor Gubernur Jateng, Jalan Pahlawan Semarang, Selasa 19 Agustus 2025
Dengan mengenakan kaus biru dan kuning, para peserta membawa poster ucapan selamat ulang tahun untuk Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang genap berusia 80 tahun.
Sejumlah poster tersebut berasal dari FKPI Bodrikuto, FKPI Pemali Comal, hingga FKPI Bengawan Solo.
Kuasa hukum FKPI, Zaenal Petir, menegaskan aksi ini bertujuan menuntut kejelasan status 2.640 petugas irigasi di Jawa Tengah.
“Kami berharap status pekerjaan dan kepegawaian jelas, ada gaji bulanan, jaminan BPJS tenaga kerja dan kesehatan, serta fasilitas kerja yang memadai. Selama ini alat-alat kerja masih dibeli sendiri,” katanya.
Ketua FKPI, Muhammad Khundori, menambahkan aksi tersebut menjadi momentum meminta perhatian Pemprov Jateng.
“Kami sudah mengabdi lebih dari 20 tahun, bahkan terdaftar di base PKN. Tahun depan peluang sudah tidak ada, maka sekarang saatnya diputuskan. Kami meminta kesempatan menjadi PPPK,” ujarnya.
Sekretaris Daerah Jateng, Sumarno, yang menemui massa menyebut Pemprov telah menyampaikan data ribuan petugas irigasi ke Kementerian PAN-RB dan BKN.
“Sekitar 2.640 orang sedang dalam proses verifikasi. Terkait BPJS, sudah kami alokasikan dalam Perubahan APBD 2025 dan tinggal menunggu evaluasi Kemendagri,” jelasnya.
Di sela aksi, Gubernur Ahmad Luthfi yang sedang bertugas di Batang menyempatkan diri melakukan panggilan video untuk menyapa massa.
FKPI pun memberikan apresiasi dan menyerahkan delapan bibit pohon sebagai simbol “pohon kehidupan” untuk HUT ke-80 Jawa Tengah dan Indonesia.
Khundori menyebut bibit pohon itu sebagai simbol kontribusi nyata menjaga sumber mata air.
“Kami titip pohon ini agar dirawat demi kelestarian alam dan bisa diwariskan kepada anak cucu,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pusdataru Jateng, Henggar Budi Anggoro, memastikan alokasi anggaran senilai Rp1,75 miliar sudah tercatat dalam Perubahan APBD 2025 untuk membiayai seluruh petugas irigasi.
“Total ada 2.600-an petugas, semuanya sudah dialokasikan. Harapannya, mulai Agustus bisa segera dibayarkan,” tegasnya.
Sebelumnya, Gubernur Ahmad Luthfi juga sudah menerima perwakilan FKPI.
Saat itu ia menegaskan dua hal: seluruh petugas irigasi harus tercover BPJS serta mendapat jaminan kerja yang lebih pasti.