SEMARANG — Keluhan masyarakat terkait kondisi armada Trans Semarang yang kerap mogok akhirnya mendapat respon serius dari manajemen. Tahun depan, Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang melalui Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Trans Semarang memastikan bakal melakukan peremajaan armada secara bertahap di semua koridor.
Kepala BLUD Trans Semarang, Haris Setyo Yunanto, mengakui banyak armada bus yang usianya sudah tua. Tak sedikit di antaranya kerap mengeluarkan asap hitam hingga mogok di jalan, sehingga memunculkan keluhan penumpang.
"Terkait kondisi armada, memang banyak yang sudah tua. Sudah kita usulkan dan tahun depan akan ada peremajaan,” jelas Haris Senin 18 Agustus 2025.
Haris menjelaskan, aset kepemilikan bus Trans Semarang terbagi dua: milik Pemkot dan milik pihak ketiga. Sesuai roadmap dan action plan yang disusun, keduanya akan dilakukan peremajaan. Untuk tahap awal, Pemkot akan mengganti sebagian armada miliknya.
"Total yang punya Pemkot ada 40 unit. Tahun depan akan diusulkan 5 unit dulu secara bertahap, di Koridor 1 dan 5," bebernya.
Selain mengganti bus yang sudah berusia lebih dari tujuh tahun, Trans Semarang juga menargetkan penggunaan mesin ramah lingkungan.
"Armada saat ini masih Euro 2, nanti akan ditingkatkan menjadi Euro 4. Harapannya juga ada bus listrik yang ramah lingkungan," tambah Haris.
Rencana peremajaan armada ini juga mendapat perhatian dari DPRD Kota Semarang. Siti Roika, anggota Komisi C DPRD Kota Semarang, menuturkan pihaknya menerima banyak aduan dari masyarakat terkait kondisi bus yang sudah tidak layak.
"Sudah dibahas di Komisi C, terkait beberapa keluhan dari masyarakat. Misalnya, armada rute menuju Cangkiran sering mogok, terutama saat melintasi tanjakan," jelas Siti.
Menurutnya, DPRD akan terus mendorong peremajaan armada serta ketersediaan bus cadangan yang memadai.
"Kita juga usulkan peremajaan armada, lalu juga ada bus cadangan. Karena faktanya, jumlah bus cadangan saat ini masih minim," tegas politisi PKS itu.
Data DPRD menyebut, pada 2022 hanya terdapat tujuh unit bus cadangan. Jumlah itu jelas belum mampu menutupi kebutuhan operasional, apalagi dengan kondisi sebagian besar armada yang sudah berusia tua.
Soal anggaran, DPRD bersama Badan Anggaran (Banggar) sedang melakukan pembahasan intensif. Harapannya, program peremajaan tidak hanya sekadar wacana, tetapi benar-benar terealisasi demi kenyamanan warga.
"Kami akan terus mengawal kinerja Pemkot dan memastikan pelayanan transportasi publik berjalan optimal," pungkas Siti.