SEMARANG — Enam bulan pasca dilantik sebagai Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng mulai rotasi besar-besaran jajaran birokrasi di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang. Kini ia resmi melakukan rotasi jabatan bagi pejabat eselon III dan IV yang digelar di lantai 8 Gedung Balai Kota Semarang.
Total sebanyak 126 pejabat struktural dilantik untuk mengisi jabatan kosong, mendapatkan promosi, maupun mutasi ke posisi baru. Rinciannya, 73 pejabat eselon III, 43 pejabat eselon IV, dan 10 pejabat fungsional.
Mereka yang dilantik antara lain menduduki jabatan kepala bagian (Kabag), kepala bidang (Kabid), sekretaris dinas, camat, lurah, hingga kepala subbagian (Kasubag).
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng menegaskan rotasi jabatan dilakukan dengan sistem merit dan manajemen talenta, menyesuaikan keahlian serta bidang kerja masing-masing pejabat.
"Pegawai yang teknik ya ditempatkan di teknik, yang budaya di budaya, lingkungan di lingkungan. Kalau ada satu-dua yang belum pas, itu memang kondisi yang ada," ujarnya Jumat 22 Agustus 2025 petang.
Agustina menambahkan, proses rotasi dilakukan bertahap, bukan sekaligus. Hal itu karena masih banyak posisi strategis yang harus ditata lebih lanjut.
"Kalau menunggu semua sekaligus akan lama. Jadi kita lakukan bertahap. Ternyata memang tidak semudah yang dibayangkan," tuturnya.
Menurutnya, mutasi pejabat ini sekaligus menjadi upaya mempercepat kinerja organisasi di lingkungan Pemkot Semarang. Dengan adanya pejabat baru di sejumlah posisi, pelayanan publik diharapkan berjalan lebih baik.
"Mudah-mudahan ini menambah semangat kerja teman-teman Pemkot," harap Agustina.
Ia juga berpesan kepada pejabat yang baru dilantik agar memandang jabatan sebagai amanah.
"Laksanakan tugas dengan tanggung jawab, dan utamakan pelayanan kepada masyarakat," tegasnya.
Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kota Semarang, Joko Hartono, menjelaskan rotasi kali ini diprioritaskan untuk mengisi jabatan yang kosong.
"Insyaallah ini sudah mengisi kekosongan yang selama ini ada. Selama beberapa waktu kita tidak bisa menggelar pelantikan karena terbentur perizinan. Jadi kali ini lebih fokus pada pengisian-pengisian jabatan kosong," jelasnya.
Meski demikian, ia mengakui masih ada sejumlah jabatan yang belum terisi, khususnya di tingkat kelurahan dan kecamatan.
"Nanti lurah, camat, kabid, sekretaris, itu yang masih kosong akan segera kita siapkan untuk pengisiannya," tambahnya.
Selain untuk mempercepat kinerja, rotasi ini juga dimaksudkan sebagai bagian dari regenerasi kepemimpinan di tubuh Pemkot Semarang.
"Harapan saya, pejabat yang dilantik bukan hanya menjadi pemegang jabatan, tapi pemimpin yang mampu mengarahkan dan menggerakkan seluruh sumber daya organisasi sesuai visi dan misi pemerintah," tegas Joko.
Menurutnya, pengisian jabatan lurah dan camat juga akan dilakukan pada tahap selanjutnya, mengingat posisi tersebut krusial untuk mendukung percepatan pembangunan di tingkat wilayah.
"Ini adalah regenerasi yang berjalan secara alamiah. Tugas kami adalah menyiapkan kepemimpinan berikutnya," pungkasnya.