SALATIGA — Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah Ida Nurul Farida mengajak generasi muda Kota Salatiga khusunya, menjadikan media sosial (medsos) sarana memperkuat kecintaan kepada bangsa Indonesia. Termasuk, memiliki imunitas dalam mecintai tanah air.
Apa yang disampaikan Ida ditengah ia membuka kegiatan Dialog Wawasan Kebangsaan yang diinisiasi Yayasan
Yayasan Hannan wa Naimah bersama Kesbangpol Kota Salatiga, Sabtu 25 Oktober 2025.
Turut hadir sebagai pelopor kegiatan Salatiga Dr Hery Tristijanto , S.T., M.Eng., yang juga penanggungjawab Yayasan Hannan wa Naimah Kota Salatiga.
Mengusung tema "Jati diri Generasi Muda di Persimpangan Jalan:
Kedaulatan Bangsa di Era TikTok dan K-Pop", kegiatan ini dipusatkan di Pendopo Pakuwon Pemkot Kota Salatiga.
Adapun, dua narasumber yang dihadirkan adalah Kolonel Armed Ezra Nathanael, S.Kom., M.M., M.Han. (Dantem 073 Makutarama) namun diwakili Mayor Inf Sukamto dan Mukhamad Shokheh, S.Pd., M.A., Ph.D (Dosen Unnes).
Selain itu, hadir pula Kepala Kesbangpol Kota Salatiga diwakili Kabid Bidang Idiologi Wawasan Kebangsaan Nugroho Prasetyaningsih.
Disampaikan Ida Nurul Farida, Medsos bisa menjadi berkah apabila mengisinya dengan sebaik-baiknya.
"Dengan muatan ilmu, dengan kekuatan akhlak dan karakter dan kekuatan cita-cita yang luar biasa," paparnya.
Medsos juga akan dapat memiliki kompetensi integritas komitmen dan membuat pengikutnya mengisi pos-pos yang akan ditinggalkan para senior.
Dikatakan Ida, kegiatan Dialog Wawasan Kebangsaan seperti diselenggarakan Yayasan Hannan wa Naimah Kota Salatiga bagian dari jalinan kerjasama Komisi E DPRD Provinsi Jawa Tengah.
Dan secara rutin, diakuinya, setiap bulan mengadakan kegiatan dengan masyarakat, tokoh pemuda di Dapil masing-masing.
"Kegiatan ini bagian dari kami bersama bekerja sama dengan Kesbangpol bersama Yayasan Hanan wa Naimah Kota Salatiga, dengan menghadirkan tokoh-tokoh yang luar biasa," paparnya.
Harapannya, melalui kegiatan ini, di era Tik Tok dan digital luar biasa, generasi muda saat ini dapat memilah dan memilih serta memiliki imunitas tentang cinta tanah air.
Menyinggung Wawasan Kebangsaan, diakuinya, ada dalam diri setiap individu dimanapun berada. Bahkan ketika berada di mana pun, saat dilantunkan lagu cinta tanah air akan menangis karena ingat bangsa Indonesia.
"Kita bersatu dengan nama Indonesia ini yang luar biasa sementara banyak negara yang beda-beda Korea misalnya ada Korea Selatan Korea Utara Amerika ada negara bagian-bagiannya Uni Soviet bahkan sudah bubar, menjadi negara-negara kecil termasuk negeri Arab ada negeri kecil-kecil," paparnya, mencontohkan perpecahan satu bangsa.
"Nah, kita bersyukur sebagai negara besar, dengan ribuan pulau dari Sabang sampai Merauke yang jauhnya sama dengan kita terbangun Ke Mekah tapi itu masih satu bangsa Indonesia," tandasnya.
Menguatkan fisik menguatkan cita-cita jika jiwa kita kuat dan harus dibangun dengan Pancasila. Dan sebagai makhluk Tuhan, Ida mangajak peserta Dialog Wawasan Kebangsaan harus banyak mendekatkan diri kepada Allah, agar selalu terikat dengan Allah yang kuat Insyaallah berbagai godaan dan tawon-tawaran yang menggiurkan tidak mudah tergiur
Sementara, Dr Hery Tristijanto , S.T., M.Eng., penanggungjawab Yayasan Hannan wa Naimah Kota Salatiga, menyampaikan kegiatan Dialog Wawasan Kebangsaan mengajak generasi muda saat ini belajar bersama tentang bagaimana ketika menyadari bahwa sekat-sekat negara sekarang kelihatannya sudah mulai tembus dengan era globalisasi.
"Dengan HP yang dipegang bisa mencapai belahan dunia, melihat menjadi 'real time' kondisinya beritanya," ungkap Heri, yang juga Dosen Polines Semarang.
Apalagi, lanjut dia, platform media sosial seperti Tik Tok dan Instagram dan yang mulai ditinggalkan adalah Facebook, bisa jadi adalah suatu yang menyenangkan.
"Namun, kita mempunyai nilai-nilai yang kita banggakan sebagai yakni Pancasila dan Undang-undang Dasar 45, harapannya menjadi tumbuh menjadi nilai-nilai jari diri bangsa," imbuhnya.
"Persimpangan jalan ketika nilai-nilai budaya luar masuk ke Dalam Negeri melalui media sosial, melihat medsos interaksi dengan medsos kurang simetrisnya adalah dampak Apa yang dilakukan itulah persimpangan jalan kita," lanjutnya.
Untuk itu, melalui kegiatan Dialog Wawasan Kebangsaan dengan mengundang unsur Akademisi dari Unnes serta TNI sebagai simbol tentara Pertahanan Nasional,
Sehingga apa yang dibahas melalui Dialog Wawasan Kebangsaan akan memiliki harapan dan tindak lanjutnya.