Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Banjir Semarang Kian Meluas, Kaligawe Nyaris Terendam Total

MELUAS - Banjir mulai menggenangi jalan protokol di Kota Semarang
imbas hujan deras
Selasa 28 Oktober 2025. (wahyu sulistiyawan/diswayjateng.com)

SEMARANG — Hujan deras yang mengguyur Kota Semarang pada Selasa (28/10) pagi kembali memperparah kondisi banjir yang telah terjadi selama sepekan terakhir.


Curah hujan tinggi yang turun sejak pukul 06.15 WIB dan berlangsung hampir empat jam itu menyebabkan sejumlah kawasan yang sempat surut kini kembali tergenang.


Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang, Endro Pudyo Martanto, menjelaskan bahwa hujan kali ini merupakan dampak dari kondisi hidrometeorologi ekstrem yang melanda wilayah Jawa Tengah, termasuk Kota Semarang.


“Sejak Rabu, 22 Oktober lalu, Semarang sudah berstatus siaga banjir. Hujan pagi ini membuat beberapa daerah yang sempat kering kembali terendam,” ujar Endro kepada wartawan, Selasa 28 Oktober 2025


Menurut Endro, beberapa titik genangan yang sebelumnya surut hingga 30–40 sentimeter kini kembali meningkat hingga mencapai 90 sentimeter, terutama di kawasan Kaligawe, Kecamatan Genuk.


Debit air juga mengalami kenaikan di beberapa titik lain seperti Muktiharjo Kidul, Pedurungan, serta di ruas Jalan Arteri Soekarno-Hatta dan Jalan Gajah yang mengakibatkan arus lalu lintas tersendat.


“Air di Kaligawe yang kemarin sore sudah turun kini naik lagi hingga hampir satu meter,” jelasnya.


Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang terus berupaya mempercepat proses penanganan banjir. Seluruh pompa air portabel milik Dinas Pekerjaan Umum (DPU) dan BPBD dioperasikan penuh, sementara Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana turut melakukan pemantauan lapangan.


“Semua pompa portabel tetap aktif, hanya ada beberapa unit milik BBWS yang sempat berhenti sementara untuk pendinginan,” tambah Endro.


Selain pengendalian air, distribusi logistik dan kebutuhan dasar warga terdampak juga menjadi perhatian utama. Dapur umum di posko kebencanaan dan tingkat kelurahan terus beroperasi menyediakan makanan siap saji bagi warga yang terdampak banjir.


“Pasokan logistik tetap terpenuhi. Kami berkoordinasi dengan semua unsur agar kebutuhan warga tetap terjaga,” katanya.


BPBD Kota Semarang mencatat, hingga Selasa sore, terdapat 39.405 jiwa dari 29.772 kepala keluarga (KK) yang terdampak banjir di berbagai wilayah dengan ketinggian air antara 15 hingga 60 sentimeter.


Jalan Syuhada Tlogosari Kulon (20 cm)

Jalan Sembungharjo Raya (40 cm)

Jalan Gajah Raya (50 cm)

Terowongan Universitas Semarang (50 cm)

Jalan Muktiharjo Raya (40 cm)

Jalan Dempel Baru (60 cm)

Jalan Dongbiru (50–60 cm)

Jalan Woltermonginsidi depan SPBU Tanggulangin (20 cm)


Endro menegaskan, pihaknya terus berupaya semaksimal mungkin untuk menekan dampak banjir. Namun, faktor cuaca ekstrem membuat kondisi sulit diprediksi.


“Alam tidak bisa dilawan. Yang bisa kami lakukan adalah meminimalkan risiko dan memastikan keselamatan warga,” ujarnya.


Sebelumnya, Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, menyampaikan bahwa sejumlah proyek strategis seperti kolam retensi Trimulyo dan tanggul laut diharapkan mampu mengatasi persoalan banjir dan rob secara menyeluruh.


“Kalau kolam retensi dan tanggul laut ini selesai, kita harapkan permasalahan banjir di kawasan pesisir bisa teratasi tuntas,” kata Agustina.


Ia menjelaskan, tanggul laut berfungsi menahan air pasang dari laut agar tidak masuk ke daratan, sementara kolam retensi berperan menampung limpasan air hujan dari wilayah atas sebelum dialirkan ke laut.


“Dulu masalahnya rob, sekarang tantangannya air hujan dari atas. Karena kawasan kita sudah tertanggul, maka air hujan butuh wadah penampungan dan di sinilah kolam retensi berperan penting,” jelasnya.


Proyek kolam retensi Trimulyo yang dibangun di atas lahan seluas 250 hektare ini merupakan hasil kerja sama antara Pemkot Semarang, BBWS Pemali Juana, dan kementerian terkait.


Agustina memastikan bahwa semua saluran air dan pompa akan diintegrasikan agar air bisa dialirkan dengan cepat ke kolam tersebut.

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube