Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Agustina Imbau Orang Tua Waspada, Percobaan Penculikan Siswi SD Pakintelan 2 Bukan Main-Main

Wali kota semarang Agustina menegaskan kasus percobaan penculikan anak bukan main-main. Orang tua harap waspada. (Wahyu Sulistiyawan)

SEMARANG — Wali Kota Semarang, Agustina, menanggapi serius kasus percobaan penculikan siswi kelas 6 SD Negeri Pakintelan 2 yang terjadi pada Jumat 15 Agustus 2025 lalu.


Dalam kasus ini, pelaku berinisial SC, warga yang masih satu kelurahan namun berbeda RW itu kini telah diamankan oleh Polrestabes Semarang.


Agustina menyampaikan, fenomena percobaan penculikan anak bukan perkara sepele.


Menurutnya, pemerintah kota bersama aparat kepolisian akan terus meningkatkan pengawasan, namun orang tua juga harus mengambil peran penting dalam menjaga keselamatan buah hatinya.


“Banyak sekali fenomena penculikan ini yang kadang dianggap enteng, padahal pemerintah kota serius menjaga anak-anak kita. Orang tua harus lebih waspada. Kalau tidak bisa menunggui sendiri, pastikan anak dititipkan kepada guru, pihak sekolah, atau orang tua murid lain yang dipercaya,” tegas Agustina, Sabtu 23 Agustus 2025.


Agustina, mengingatkan bahwa saat ini banyak modus penculikan yang dilakukan pelaku, salah satunya dengan berpura-pura menjadi kerabat atau saudara untuk menjemput anak.


Ia menekankan agar masyarakat lebih berhati-hati dan tidak mudah percaya pada orang yang tidak dikenal.


“Anak-anak kadang tidak tahu membedakan kebaikan seseorang yang menawarkan mengantar pulang. Bisa saja mereka mengaku sebagai saudara, padahal tidak kenal. Ini modus yang marak terjadi dan kita harus hati-hati,” ujarnya.


Dalam kesempatan itu, Agustina menegaskan bahwa orang tua memiliki tanggung jawab penuh dalam mengasuh dan menjaga keselamatan anak.


Jika dalam kondisi tertentu tidak bisa menjemput sendiri, harus ada pihak terpercaya yang dipasrahi secara langsung.


“Apapun kondisinya, orang tua bertanggung jawab pada anak. Kalau tidak bisa menjemput, titipkan kepada pihak yang jelas dan bisa dipercaya,” tambahnya.

Kepada anak-anak, Agustina juga berpesan agar tetap bisa bermain dan beraktivitas dengan gembira, namun tetap waspada terhadap lingkungan sekitar.


“Kalian boleh bermain dengan senang hati tanpa khawatir, tapi lihat kanan kiri, pastikan orang-orang yang ada adalah yang kalian kenal. Itulah orang pertama yang bisa kalian mintai pertolongan,” pesannya.


Sebelumnya, tersangka berinisial SC diamankan tim Satreskrim Polrestabes Semarang di rumahnya pada Kamis, 21 Agustus 2025 malam.


Kasatreskrim Polrestabes Semarang, AKBP Andika Dharma Sena, membenarkan penangkapan tersebut. Saat ini pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolrestabes.


“Sudah kita tangkap tadi malam di rumahnya, sekarang sudah di Polrestabes. Masih kita dalami apa motifnya. Sementara ini arahnya ke kasus pencabulan,” ungkap Andika kepada diswayjateng.com saat dikonfirmasi di Balai Kota Semarang, Jumat, 22 Agustus 2025.


Andika menyebut pelaku merupakan warga Gunungpati yang tinggal tak jauh dari lokasi kejadian.


“Pelaku hanya satu orang. Masih tinggal di sekitar tidak jauh dari TKP, masih sekitar situ dan saat ini masih diperiksa,” tegasnya.


Sebelumnya, kasus ini sempat menghebohkan warga Semarang. Peristiwa percobaan penculikan dialami korban berinisial H, siswi kelas 6 SDN Pakintelan 2, pada Jumat 15 Agustus 2025 sekitar pukul 11.10 WIB.


Korban saat itu baru saja pulang sekolah dan berjalan kaki menuju rumahnya yang berjarak sekitar 1–2 kilometer dari sekolah.


Di tengah perjalanan yang sepi, sebuah mobil MPV berwarna abu-abu tiba-tiba berhenti di pinggir jalan, berpura-pura rusak.


“Pelaku berpura-pura memperbaiki mobil, lalu mendekati korban. Korban langsung dibekap dan dipaksa masuk ke mobil. Untungnya korban berani melawan, berhasil membuka pintu, dan melarikan diri,” jelas Kepala Sekolah SDN Pakintelan 2, Slamet Hari Pambudi.

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube