SEMARANG — Mewarnai rambut kini sudah menjadi bagian dari gaya hidup banyak orang, baik remaja maupun dewasa. Tidak sedikit yang tergoda memilih cat rambut murah karena harganya lebih ramah di kantong dan mudah ditemukan di pasaran.
Namun, di balik harga yang terjangkau, terdapat berbagai risiko yang sering kali tidak disadari. Cat rambut murah umumnya mengandung bahan kimia keras dengan kadar yang tidak terkontrol.
Jika digunakan secara sembarangan atau terlalu sering, dampaknya bukan hanya merusak rambut, tetapi juga dapat memengaruhi kesehatan kulit kepala hingga tubuh secara keseluruhan.
Agar tidak salah pilih, berikut daftar bahaya cat rambut murah yang wajib kamu ketahui sebelum memutuskan menggunakannya. Simak artikel berikut ini.
Daftar bahaya cat rambut murah
1. Menyebabkan Iritasi Kulit Kepala
Cat rambut murah sering mengandung bahan kimia keras yang dapat memicu iritasi. Kulit kepala bisa terasa perih, gatal, kemerahan, bahkan mengelupas setelah pemakaian.
Pada orang dengan kulit sensitif, reaksi ini dapat muncul dalam waktu singkat, bahkan hanya beberapa menit setelah produk diaplikasikan.
2. Memicu Reaksi Alergi yang Serius
Beberapa cat rambut murah mengandung Paraphenylenediamine (PPD) dalam kadar tinggi tanpa standar keamanan yang jelas. Dampaknya bisa berupa ruam parah, pembengkakan di area wajah, hingga rasa sesak napas.
Yang lebih berbahaya, alergi bisa muncul secara tiba-tiba meskipun sebelumnya tidak pernah mengalami masalah saat mewarnai rambut.
3. Membuat Rambut Menjadi Kering dan Rapuh
Kandungan amonia dan alkohol tinggi pada cat rambut murah dapat menghilangkan kelembapan alami rambut. Akibatnya, rambut menjadi kering, kusam, mudah patah, dan sulit diatur.
Jika terus dibiarkan, struktur rambut bisa rusak secara permanen dan membutuhkan waktu lama untuk kembali sehat.
4. Memicu Rambut Rontok Berlebihan
Bahan kimia keras tidak hanya merusak batang rambut, tetapi juga dapat melemahkan akar rambut. Hal ini menyebabkan kerontokan berlebihan, rambut menipis, dan pertumbuhan rambut menjadi lebih lambat.
Risiko ini meningkat jika pewarnaan dilakukan terlalu sering tanpa jeda perawatan.
5. Warna Rambut Tidak Stabil dan Cepat Luntur
Cat rambut murah umumnya memiliki kualitas pigmen yang rendah. Akibatnya, warna rambut mudah pudar, tidak merata, bahkan berubah menjadi warna yang tidak diinginkan seperti kekuningan atau kehijauan.
Kondisi ini membuat pengguna harus mengecat ulang lebih sering, yang justru memperparah kerusakan rambut.
6. Menimbulkan Bau Menyengat yang Mengganggu
Bau tajam dari bahan kimia dalam cat rambut murah dapat menyebabkan pusing, mual, hingga iritasi saluran pernapasan. Risiko ini semakin tinggi jika pewarnaan dilakukan di ruangan tertutup tanpa ventilasi yang baik.
Paparan bau menyengat secara berulang juga tidak baik untuk kesehatan jangka panjang.
7. Tidak Memiliki Izin BPOM
Banyak cat rambut murah yang beredar tanpa izin resmi BPOM. Artinya, produk tersebut tidak melalui pengawasan keamanan dan kandungan bahan aktifnya tidak dapat dipastikan.
Menggunakan produk tanpa izin resmi meningkatkan risiko efek samping yang merugikan bagi kesehatan rambut dan kulit kepala.
8. Berpotensi Berdampak pada Kesehatan Jangka Panjang
Penggunaan cat rambut murah dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan. Paparan bahan kimia tertentu secara terus-menerus berpotensi mengganggu keseimbangan hormon dan memicu masalah kulit kronis.
Jika digunakan tanpa kontrol, dampaknya tidak hanya dirasakan pada rambut, tetapi juga pada kondisi tubuh secara keseluruhan.
Jangan tergiur harga murah
Harga murah memang sering kali terlihat menggiurkan, tetapi kesehatan rambut dan kulit kepala seharusnya tetap menjadi prioritas utama. Cat rambut murah bisa membawa dampak buruk jika digunakan tanpa pertimbangan yang matang.
Dengan memahami berbagai bahaya yang mungkin muncul, kamu bisa lebih bijak dalam memilih produk pewarna rambut.
Pilihlah cat rambut yang aman, terdaftar resmi, dan sesuai dengan kondisi kulit kepala agar hasilnya tidak hanya indah, tetapi juga tetap sehat dalam jangka panjang.