DEMAK — DEMAK - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Demak mencatat adanya kekurangan kuota yang cukup signifikan pada jumlah siswa baru di Demak. terdata terdapat puuhan sekolah yang memiliki murid di bawah 10 orang, bahkan ada tiga Sekolah Dasar (SD) yang hanya menerima murid dibawah 5 orang, yakni SD Betoan 2, SD Bintoro 14, dan SD Bintoro 16 yang ketiganya ada di Kecamatan Demak Kota
Kepala Dindikbud Demak, Haris Wahyudi Ridwan, menyebut terkait hal tersebut kedepannya akam ada evaluasi sistem perencanaan dan distribusi pendidikan dasar di wilayah tersebut. Ia pun membeberkan beberapa faktor fenomena tersebut bisa terjadi.
“Minimnya peminat di ketiga sekolah ini disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain lokasi sekolah yang kurang strategis, jauh dari TK atau RA sebagai jenjang sebelumnya, serta adanya sekolah favorit lain di sekitarnya yang lebih mudah diakses,” ujar Haris di kantorya, Kamis 17 Juli 2025.
Untuk itu Dindikbud berwacana akan kemungkinan penggabungan (merger) sekolah. Hal ini dianggapnya sebagai salah satu solusi jangka panjang. Kendati tidak bisa dilakukan secara tergesa-gesa karena menyangkut banyak aspek, seperti nasib guru, pengelolaan aset, hingga keberlangsungan proses belajar mengajar.
“Merger harus dibicarakan secara menyeluruh bersama bagian hukum, BPKPAD, pengawas sekolah, serta Dewan Pendidikan. Terutama jika sekolah-sekolah itu secara geografis berdekatan, biasanya satu lebih menonjol dan yang lain tertinggal. Itu mempengaruhi pilihan orang tua,” tambahnya.
Sementara itu, Mashudi, salah satu guru di SD Bintoro 14, mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi sekolah yang sejak lama mengalami penurunan peminat. Tahun ini, sekolah tersebut hanya menerima tiga murid baru di kelas 1. Selain karena minimnya anak usia masuk SD di wilayah sekitar, ia menyoroti faktor alam yang turut memengaruhi.
“SD Bintoro 14 sering terdampak banjir, terutama saat hujan deras. Air bahkan sampai masuk ke ruang kelas, bisa sampai empat kali dalam sebulan. Kondisi ini tentu menjadi pertimbangan orang tua untuk memilih sekolah lain yang lebih aman,” ungkapnya.
Mashudi juga menambahkan bahwa sudah lama beredar rumor di masyarakat mengenai rencana merger SD Bintoro 14 dengan SD lain yang lebih besar, seperti SD 10. Rumor ini disebutnya turut menurunkan minat masyarakat untuk mendaftarkan anak mereka ke sekolah tersebut.
Meski begitu, pihak sekolah tetap berharap ada perhatian serius dari pemerintah daerah, khususnya dalam hal peningkatan infrastruktur.
"Kalau akses jalan dan fasilitas sekolah bisa diperbaiki, masyarakat mungkin bisa kembali percaya. Kami ingin tetap menjadi bagian dari solusi pendidikan dan mendapatkan perhatian dari pemerintah,” pungkasnya.