Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Sari Pilih Laptop Ketimbang Chromebook, Bantuan Digitalisasi Belum Optimal Diterapkan pada Guru TK

Chtomebook masih belum optimal digunakan guru TK karena harus terkoneksi internet dan kesusahan cetak berkas. (Wahyu Sulistiyawan)

SEMARANG — Di tengah sorotan publik atas dugaan korupsi proyek pengadaan Chromebook senilai Rp9,9 triliun oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemenristek) cerita berbeda datang dari sebuah lembaga pendidikan Taman Kanak-kanak (TK) di Kota Semarang.


Di TK IT Mutiara Hati, yang terletak di Kecamatan Gunungpati, dua unit Chromebook Zyrex bantuan pemerintah meskipun masig digunakan dalam pembelajaran, namun sangat menyusahkan bagi para guru.


Menurut Sarri Andriyani selaku Kepala Sekolah lebih memilih laptop dibandingkan chromebook. Karena harus tekoneksi internet dan memindah data saat hendak mencetak.


“Kalau harus pilih, pasti guru pilih laptop. Lebih mudah untuk ngeprint dan mengedit. Kalau Chromebook harus terkoneksi internet terus, tanpa internet tidak bisa jalan,” ujar Sarri saat dikonfirmasi diswayjateng.com, Kamis 17 Juli 2025.


Menurut Sarri, meski perangkat bantuan itu masih dalam kondisi baik, penggunaannya sangat terbatas. Chromebook hanya digunakan untuk menayangkan video pembelajaran seminggu sekali, dan lebih sering dipakai oleh guru untuk menyusun administrasi asesmen harian, seperti dokumentasi narasi dan foto kegiatan siswa.


“Biasanya cuma untuk menayangkan video pembelajaran, seperti film edukasi YouTube. Itu pun paling seminggu sekali,” jelasnya.


Sarri mengungkapkan bahwa mayoritas guru TK lebih familiar dengan sistem operasi Windows daripada Chrome OS yang digunakan Chromebook.

Keterbatasan fitur, terutama dalam mencetak dokumen dan menjalankan aplikasi offline, menjadi kendala utama.


"Guru TK tidak semuanya mahir IT. Jadi pemanfaatan Chromebook belum maksimal," tambahnya.


Bantuan dua unit Chromebook dan satu set proyektor yang diterima antara tahun 2021 hingga 2023 memang memberikan alternatif teknologi.


Namun di lapangan, perangkat itu belum benar-benar menjawab kebutuhan operasional sekolah dasar.


“Kalau guru sudah terbiasa laptop, mereka lebih nyaman pakai laptop. Chromebook jarang dipakai karena fiturnya terbatas dibanding laptop biasa,” tegas Sarri.


Selain masalah teknis, Sarri juga menyebut tantangan konektivitas. Meski sekolahnya memiliki akses internet stabil, ketergantungan Chromebook terhadap internet menjadi hambatan tersendiri.


“Kalau laptop, tanpa internet pun bisa kita kerjakan pekerjaan. Chromebook beda, harus selalu online,” ungkapnya.

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube