Banjarnegara — Kawah Timbang dan Sileri di Kawasan Gunung Dieng, sebulan terakhir menunjukkan peningkatan aktivitas vulkaniknya. Meski begitu, statusnya masih waspada level II.
Menurut Kepala Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Dieng di Karangtengah, Batur, Bambang Giat Gunawan, konsentrasi gas CO sempat mengalami kenaikan signifikan.
Ditambahkan pula, kendati trennya saat ini sudah mulai melandai, tetapi potensi bahaya belum sepenuhnya hilang. Data yang ada menunjukkan pada 4 Juni 2025, CO₂ tercatat 0,26% volume, naik dari sebelumnya 0,2%, dengan suhu kawah 71,5 derajat Celsius.
"Puncaknya terjadi 10 Juni lalu, mencapai 0,35% dan suhu naik menjadi 72,5°C," katanya.
Kondisi tersebut, beber Bambang, mulai menunjukkan perbaikan. Bambang mengungkapkan gas beracun tidak keluar dalam bentuk aliran, dan konsentrasi CO₂ saat ini mulai menurun.
"Per 12 Juli, CO₂ turun ke 0,22%. Memang suhu kawah tetap tinggi di 72,6°C, tetapi ini mengindikasikan kestabilan mulai tercapai. Masyarakat tetap harus waspada, terutama yang berada di sekitar Kawah Timbang dan Sileri," tambah Bambang.
Kepala Pelaksana BPBD Banjarnegara, Aji Puliroso, mengatakan warga sekitar telah cukup siap menghadapi situasi tersebut. Protokol keselamatan pun telah menjadi bagian dari kebiasaan masyarakat di kawasan rawan letusan.
"Warga Dieng sudah terbiasa dengan status Waspada ini. Mereka tahu kapan harus menghindari ladang, misalnya sebelum matahari terbit, atau tidak menggali tanah terlalu dalam di area berisiko seperti Kawah Timbang," ujar Aji, Senin 14 Juli 2025.
Ia menegaskan bahwa situasi saat ini tidak dalam kondisi mengancam, meskipun status belum diturunkan. Menurut Aji, justru terlihat tren menuju kondisi normal.
"Pantauan kami menunjukkan asap kawah naik secara alami dan konsentrasi gas beracun menurun. Status tetap waspada, tapi masyarakat tidak perlu panik," tambahnya.
BPBD Banjarnegara bersama tim PGA terus melakukan pemantauan rutin. Selain itu, mereka mengimbau masyarakat tidak mudah terpengaruh kabar tidak resmi.
Seluruh informasi terkait aktivitas Gunung Dieng hanya akan disampaikan melalui kanal resmi pemerintah atau BPBD.