Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Petani Pemalang Uji Coba Sistem Mina Padi

KESEJAHTERAAN - Petani di Pemalang tengah menebar benih ikan nila dalam uji coba sistem mina padi untuk meingkatkan kesejahteraannya.

Pemalangdiswayjateng.com - Jika selama ini budidaya ikan dan padi dilakukan pada tempat yang berbeda, kini budidaya dua komoditas ini bisa dilakukan dalam satu wadah bersama.


Sekelompok petani di Pemalang yang tergabung didalam komunitas Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) mulai uji coba program Mina Padi. Yakni membudidayakan ikan dan padi secara bersamaan dalam satu hamparan sawah.


Uji coba pertama dilakukan dengan menebar 2000 ekor benih ikan Nila Merah, pada hamparan sawah padi seluas sekitar 100 meter persegi di Desa Sirangkang, Kecamatan Petarukan, Kabupaten Pemalang,Minggu siang (15/6/2025).


"Kami membantu pemerintah dalam peningkatan ketahanan pangan, di sini belum ada (petani) yang menerapkan mina padi, jadi kami mencoba mina padinya. Padi di tengah kita tabur ikan nila biar nantinya ada peningkatan, padi panen, ikannya panen," terang penasehat KTNA Pemalang, yang juga Kepala Desa Bojongnangka, Wahmu.


Selain di Desa Sirangkang, rencananya program perdana ini juga akan diuji coba di Desa Tegalsari Timur Kecamatan Ampelgading dan Desa Bojongnangka Kecamatan Pemalang.


"Ini perdana ada 2000 ekor, nanti di Desa Tegalsari Timur 2000 ekor, dan di Bojongnangka nanti akan disebar 4000 ekor," lanjut Wahmu.


Sebelum uji coba program mina padi ini, para petani tersebut telah melakukan kunjungan ke salah satu lokasi di Kabupaten Sleman, Yogyakarta, yang berhasil menerapkan sistem mina padi.

"Jika ini berhasil kami akan gethuk tular kepada petani lainnya," kata Wahmu.


Dalam sistem mina padi, petani diharuskan menggunakan pupuk dan insectisida atau pengendali jenis organik, tujuannya agar bibit ikan yang telah ditebar di sawah dapat hidup dan layak dikonsumsi saat panen.


"Sistem mina padi, kita harus menggunakan pupuk organik ramah lingkungan, insectisida membuat sendiri dari daun daunan," ujar Wahmu.


Tantangan hama berupa ular atau burung, menjadi ancaman dari sistem ini. Untuk itu area sawah harus ditutup menggunakan plastik secara mengeliling agar hama ular tidak masuk dan memangsa ikan.


Sistem mina padi ini diharapkan akan berjalan dan menghasilkan panen padi dan ikan sesuai harapan pertiga bulan masa tanam. Diperkirakan saat panen padi nanti akan dilakukan pula panen ikan yang sudah layak jual.


Mina padi di Pemalang akan terus dikembangkan untuk optimalisasi penggunaan lahan sawah agar menunjang ketahanan pangan nasional, khususnya untuk warga Pemalang. (*)

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube