Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Aksi untuk Palestina, Pewarta Batang-Pekalongan Kutuk Pembunuhan Jurnalis di Gaza

Aksi solidaritas pewarta Batang-Pekalongan di bawah organisasi

BATANG — Jalan Veteran, Kabupaten Batang, menjadi saksi aksi solidaritas pewarta dari Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Batang-Pekalongan untuk Palestina pada Selasa 12 Agustus 2025.


Mereka turun ke jalan dengan spanduk, pita hitam di pergelangan tangan, pengumpulan kartu pers disertai tabur bunga dan doa hening, memprotes keras tewasnya lima jurnalis Al Jazeera, dalam serangan udara militer Israel di Kota Gaza.


Ketua JMSI Batang, Ahmad Ujianto menyampaikan duka mendalam atas gugurnya lima jurnalis yang tewas di dekat Rumah Sakit Al-Shifa pada Ahad 10 Agustus 2025 malam.


“Kami menyampaikan penghormatan atas keberanian para jurnalis di Gaza. Serangan Israel bukan hanya pelanggaran HAM, tetapi juga pengabaian hukum humaniter internasional,” tegas Ujie, sapaan akrabnya.


Sejak awal genosida Gaza pada Oktober 2023, JMSI mencatat sedikitnya 237 jurnalis tewas akibat serangan militer Israel.


Angka ini menggambarkan betapa besar risiko dihadapi pekerja media di zona konflik, sekaligus ancaman serius bagi kebebasan pers.


JMSI mendesak pemerintah Indonesia, khususnya Kementerian Komunikasi dan Digital, untuk mengambil langkah nyata melindungi jurnalis di medan berbahaya.


Mereka juga mengajak seluruh organisasi pers nasional menggalang petisi dan kampanye kemanusiaan lintas negara.


Selain mengecam pembunuhan jurnalis, JMSI juga mengutuk praktik kelaparan massal yang diterapkan Israel di Gaza.

Blokade total terhadap pangan, listrik, dan informasi dinilai memperparah penderitaan warga sipil dan jurnalis.


Berdasarkan data Kementerian Informasi Palestina per 18 Juli 2025, setidaknya 228 jurnalis gugur sejak agresi terbaru dimulai.


“Bayangkan, mereka melaporkan kejahatan kemanusiaan sambil berjuang bertahan hidup. Ini kejahatan terhadap jurnalisme itu sendiri,” kata Ujie.


Konflik Gaza kembali memanas sejak Oktober 2023, ketika Israel melancarkan operasi militer besar-besaran.


Serangan terhadap jurnalis dinilai banyak pihak sebagai upaya membungkam pemberitaan independen.


Hingga kini, jalur bantuan kemanusiaan masih dibatasi, membuat krisis semakin parah.


Ujie menegaskan, JMSI akan terus mengawal isu ini melalui pemberitaan, advokasi, dan kampanye solidaritas di tingkat nasional maupun internasional.


“Selama pelanggaran ini masih terjadi, kami akan terus bersuara. Kebebasan pers adalah fondasi demokrasi. Jika itu runtuh di Gaza, akan jadi preseden buruk bagi dunia,” tutupnya.

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube