BATANG — Suasana halaman SLB Kabupaten Batang pada 12–13 Agustus 2025 dipenuhi tawa dan semangat. Perayaan HUT ke-80 RI di sekolah ini bukan sekadar lomba, tetapi ajang inklusi yang memastikan setiap siswa, dengan hambatan apapun, bisa ikut bergembira.
“Lomba kami sesuaikan dengan kemampuan masing-masing anak. Semua harus bisa ikut merasakan kemeriahan kemerdekaan,” ujar Wakil Kesiswaan SLB Kabupaten Batang, Afifatun Nasikha, Selasa 12 Agustus 2025.
Hari pertama, 12 Agustus, lomba diperuntukkan bagi siswa dengan hambatan autis dan hambatan pendengaran.
Untuk anak autis, ada lomba memasukkan bendera ke dalam botol dan menyuapi kerupuk ke orang tua.
Sementara siswa dengan hambatan pendengaran mengikuti lomba balap kelereng, makan kerupuk, dan memecahkan balon air.
Keesokan harinya, 13 Agustus, giliran siswa dengan hambatan intelektual, fisik, dan penglihatan.
Anak dengan hambatan intelektual mengikuti lomba jepit balon, pindah kardus, susun kata, dan memeras air.
Sedangkan kelompok hambatan fisik dan penglihatan beradu seru di lomba pindah air dan pindah bola.
“Dulu semua campur jadi satu. Ada anak yang kesulitan dan akhirnya tidak ikut lomba. Tahun ini kami buat lebih ramah agar semua merasakan kegembiraan,” kata Afifatun.
Antusiasme tampak bukan hanya dari para siswa, tapi juga orang tua. Sejak jauh hari mereka sudah menanyakan jadwal lomba, memastikan bisa mendampingi anak-anaknya.
Lebih dari sekadar perayaan, lomba ini juga menjadi media latihan motorik, sensorik, dan keseimbangan.
Bagi para siswa, setiap tantangan yang diselesaikan adalah kemenangan tersendiri.
Dengan tawa yang pecah di setiap babak lomba, kemerdekaan di SLB Batang terasa nyata: kebebasan untuk ikut, bermain, dan berbahagia, tanpa batasan.