Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Segini Penghasilan Petani di Grobogan dari Panen Padi ataupun Jagung

Seorang petani sedang menanam padi di Mayahan Kabupaten Grobogan beberapa waktu lalu. (Achmad Fazeri/diswayjateng)

GROBOGAN — Petani di Kabupaten Grobogan, kalau panen padi ataupun jagung, rata-rata untuk bisa mendapatkan penghasilan hingga Rp 10 juta membutuhkan waktu minimal tiga bulan dan itu pendapatan kotor.


Hal itu disampaikan Plt Kepala Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Grobogan Kukuh Prasetyo Rusadi saat menanggapi Menteri Pertanian yang menjanjikan gaji Rp 10 juta per bulan bagi petani milenial demi mewujudkan program Ketahanan Pangan Nasional.


"Kalau dipotong biaya produksi, paling bersih hanya tinggal Rp 3-7 juta untuk 1/4 hektar," jelasnya, Rabu 2 Juli 2025.


Di samping itu, Kukuh menambahkan, risikonya juga tinggi. Selain harus siap berhadapan dengan kekeringan, hama seperti burung, tikus, dan wereng juga sering menjadi momok bagi petani di Kabupaten Grobogan.


"Sebab itu, generasi muda juga kurang berminat untuk menjadi petani," imbuh Ketua DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Grobogan Periode 2023-2026 ini.

Menurutnya, harus ada value lebih jika ingin menarik minat generasi muda agar mau terjun di dunia pertanian. Ia kemudian memberi salah satu contoh misalnya menerapkan screen green house yang ditanami buah premium.


"Bahkan, mereka cenderung memilih komoditas yang unggul seperti golden melon, kelengkeng puangphet, durian, alpukat, hingga mamey sapote, sebab dinilai jauh lebih menjanjikan secara ekonomi," sambungnya.


Kendati demikian, Kukuh menyatakan, bahwa Pemkab Grobogan mendukung program Swasembada Pangan Nasional yang menjadi salah satu unggulan dari Presiden Prabowo Subianto.


Diberitakan sebelumnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Grobogan melalui Dinas Pertanian (Dispertan) telah menyiapkan langkah strategis dengan menambah Seksi Kepemudaan Tani dan Teknologi (SKTT) di setiap kelembagaan petani.


Kepala Bidang (Kabid) Penyuluhan dan Sarana Prasarana Dispertan Grobogan Wakid Mutowwal mengatakan, bahwa sebanyak 280 Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) di Grobogan akan membentuk SKTT pada tahun 2025 ini.