Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Sarat Kisah Spiritual Ratu Kalinyamat, Desa Tulakan Jepara Gelar Tradisi Jembul

Jembul dari ancak irisan bambu dan pernak-pernik kain dikirab keliliing desa.

JEPARA — Tradisi budaya Jembul Tulakan kembali digelar dengan meriah di Desa Tulakan, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Jepara. Kegiatan ini dilaksanakan setiap tahun pada hari Senin Pahing di bulan Apit (kalender Jawa).

 

Bupati Jepara, Witiarso Utomo, Wabup M Ibnu Hajar, Pj Sekda Ary Bachtiar dan jajarannya hadir langsung di lokasi Jembul Tulakan. Bupati mengapresiasi terhadap pelestarian budaya lokal yang masih dijaga oleh masyarakat Tulakan.

 

“Hari ini ada tradisi Jembul Tulakan yang biasa dilakukan setiap tahun. Alhamdulillah berjalan lancar dan penuh antusiasme dari masyarakat. Mudah-mudahan ini menjadi berkah bagi Desa Tulakan,” ujar Bupati selepas acara Jembul Tulakan.

 

Ia berharap ke depan Jembul Tulakan tidak hanya menjadi peristiwa budaya lokal, tetapi juga bisa dikembangkan menjadi event tahunan yang menarik bagi wisatawan.

 

 

“Tradisi ini terinspirasi dari laku spiritual Ratu Kalinyamat yang bersumpah dengan kalimat 'ora ingsun topo, budar ingsun sedurunge keset jambule Aryo Penangsang'. Dari kata jambul inilah muncul istilah Jembul, lalu dilaksanakan sedekah bumi sebagai bentuk syukur kepada Allah SWT,” jelasnya.

 

Jembul Tulakan dibagi menjadi dua bagian, yakni Jembul Lanang dan Jembul Wedok. Jembul Lanang berisi hasil bumi, sedangkan Jembul Wedok berisi aneka lauk pauk.

Kedua jembul tersebut dibuat dari ancak yang dihias dengan irisan bambu dan berbagai pernak-pernik kain, mencerminkan kearifan lokal dan nilai estetika budaya.

 

Parade budaya ini juga melibatkan empat tokoh punggawa yang merupakan bagian dari cerita rakyat, yaitu Said Usman, Suto Mangun Joyo, Mbah Leseh, dan sepasukan prajurit yang masing-masing mewakili wilayah dukuh Kerajan, Kamituwo, Winong, Ngemplak, dan Drojo.

 

Dengan pelestarian tradisi ini, Jembul Tulakan tak hanya menjadi sarana spiritual dan budaya, tetapi juga potensi pengembangan wisata berbasis kearifan lokal yang menjanjikan.

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube