KUDUS — SMPN 4 Kudus meraih predikat Sekolah Adiwiyata Nasional dari Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indoneia. Gelar itu diraih sekolah setempat, berkat pengelolaan sampah anorganik yang ramah lingkungan.
.
Pihak sekolah mendirikan Koperasi Pengelolaan Sampah Anorganik Ramah Lingkungan atau Kopi Sakral, yang menjadi sarana edukasi sekaligus pemberdayaan mengatasi sampah.
Predikat Sekolah Adiwiyata Nasional diraih bersamaan puncak peringatan HUT ke-40 SMPN 4 Kudus. Pencapaian itu diharapkan memperkuat karakter peserta didik dan menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan.
Capaian positif yang diraih SMPN 4 Kudus diapresiasi oleh Bupati Kidus, Samani Intakoris. Kehadiran Samani dalam HUT ke-40 SMPN 4 Kudus menjadi penegas komitmen peningkatan mutu pendidikan di Kota Kretek.
Bupati Sam’ani Intakoris bersama Bunda Literasi Kabupaten Kudus Endhah Sam’ani Intakoris, menyampaikan selamat dan apresiasi atas kiprah sekolah mencetak generasi penerus peradaban yang cerdas, sehat, dan berkarakter.
Dalam kesempatan itu, Bupati Samani menegaskan bahwa Pemkab Kudus terus memperkuat dukungan terhadap sektor pendidikan. Yakni melalui berbagai program strategis yang berpihak pada pendidik maupun peserta didik.
“Kami berkomitmen memastikan pendidikan di Kudus terus maju melalui pembentukan Tim Advokasi Guru serta penyelenggaraan berbagai agenda pada momen Hari Guru," ujar Samani, Minggu (23/11/2025).
Menurut Samani, upaya ini menjadi bentuk penghargaan Pemkab Kudus kepada para pendidik. Sekaligus langkah memperkuat ekosistem pendidikan yang berkelanjutan.
"Peringatan HUT kali ini juga menjadi ajang apresiasi terhadap capaian sekolah, khususnya keberhasilan SMPN 4 Kudus sebagai Sekolah Adiwiyata Nasional, " imbuhnya.
Sekolah Dukung Visi Kudus Sehat
Sementara itu, Kepala SMPN 4 Kudus, Dedi Triaprianto mengaku, capaian Sekolah Adiwiyata Nasional merupakan wujud komitmen seluruh warga sekolah menerapkan budaya peduli lingkungan.
“Kami mendukung visi Kudus Sehat melalui pembiasaan Anak Indonesia Hebat serta pengelolaan sampah melalui KOPI SAKRAL, yaitu Koperasi Pengelolaan Sampah Anorganik Ramah Lingkungan yang menjadi sarana edukasi sekaligus pemberdayaan,” tuturnya.
Pencapaian itu, diharapkan memperkuat karakter peserta didik, menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan, serta mendukung lahirnya generasi muda yang cerdas, berakhlak, dan bertanggung jawab.
Pemkab Kudus menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah, sekolah, dan masyarakat akan terus diperkuat. Hal itu guna memastikan kualitas pendidikan di Kudus semakin maju dan berdaya saing.