KUDUS — Pemkab Kudus meluncurkan aplikasi "Kudus Sehat" dalam puncak peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61 tahun 2025. Aplikasi Kudus Sehat yang baru saja dikenalkan ini, merupakan penyempurnaan aplikasi serupa yang dihadirkan pada Juni 2025 lalu.
Prosesi peluncuran aplikasi Kudus Sehat dilakukan di halaman Pendapa Kabupaten Kudus, Minggu (23/11/2025). Kehadiran aplikasi online ini, menegaskan komitmen Pemkab Kudus meningkatkan kualitas pelayanan publik melalui inovasi digital.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sam’ani Intakoris menyebut, aplikasi Kudus Sehat adalah sebuah inovasi yang dihadirkan untuk memperkuat transparansi, akuntabilitas dan kemudahan akses informasi bagi masyarakat.
“Melalui Kudus Sehat, masyarakat bisa melihat live CCTV lalu lintas, memantau langsung proses MBG, serta memperoleh informasi harga kebutuhan pokok,” terang Samani.
Samani pun menjabarkan bahwa dalam aplikasi tersebut, masyarakat bisa melihat CCTV lalu lintas, pemantauan proses MBG di SPPG, Wadul Bupati, Layanan Pekerjaan, Layanan Rumah Sakit, termasuk Layanan Perizinan.
“Kalau masyarakat ada kendala yang perlu disampaikan ke bupati bisa ke aplikasi itu dan pilih wadul bupati atau ke nomor wadul bupati juga bisa,” tuturnya.
Perubahan Logo Kudus Sehat
Pelaksana (Plt) Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Kudus, Satria Agus Himawan menambahkan, peluncuran kembali aplikasi “Kudus Sehat” ini dilakukan karena adanya sejumlah pembaruan penting.
Menurut Satria, pembaharuan itu karena ada perubahan logo Kudus Sehat. Kedua, terdapat penambahan daftar dan lokasi dapur SPPG serta fitur live CCTV dari ruang penyajian SPPG.
"Ke depan, kami berharap seluruh SPPG dapat dipantau secara real-time melalui aplikasi,” terang Satria yang juga menjabat Camat Kaliwungu Kudus.
Satria menyebut bahwa Inovasi ini menjadi langkah strategis Pemkab Kudus menghadirkan sistem pengawasan yang terbuka dan dapat diakses oleh seluruh masyarakat.
"Melalui fitur pemantauan proses persiapan MBG secara real-time, masyarakat kini dapat melihat langsung kualitas layanan gizi yang diberikan pemerintah, " tambahnya.
Pemantauan ini, sambung Satria, diharapkan mampu meningkatkan mutu penyajian makanan. Kemudian menekan potensi ketidaksesuaian, serta memastikan bahwa program gizi berjalan tepat sasaran.
Dengan penguatan teknologi informasi dan keterbukaan layanan ini, Pemerintah Kabupaten Kudus menegaskan komitmen menghadirkan pelayanan publik yang lebih transparan, efektif, dan dapat dipertanggungjawabkan.