Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Pemkab Pati Bangun Jembatan, Warga Sambiroto Tak Lagi Terisolir saat Banjir

Bupati Sudewo meninjau proyek jembatan di Desa Sambirejo Kecamatan Gabus

PATI — Permasalahan aksesibilitas yang selama ini dihadapi masyarakat yang kerap terisolir saat musim penghujan langsung direspon cepat Pemkab Pati. Solusinya yakni menghadirkan pembangunan jembatan di sejumlah wilayah di Kecamatan Gabus.


Untuk memantau progress pembangunan jembatan, Bupati Pati Sudewo meninjau di dua lokasi proyek jembatan. Yakni di Dukuh Sokolangu dan Sambiroto serta di Desa Karaban


Kehadiran jembatan baru diharapkan memberi kemudahan transportasi dan meningkatkan mobilitas warga. Selain itu, mempermudah akses ekonomi, serta mempercepat distribusi hasil pertanian.


“Jembatan ini semula lebarnya hanya 2 meter, jadi mobil tidak bisa lewat. Kemudian pendek, kalau banjir sampah tersangkut menjadikan banjir lebih besar,” ujar Sudewo pada Minggu 27 Juli 2025.


Kini jembatan baru dibangun lebarnya 7 meter, sehingga mobil bisa berpapasan saat melintas dari arah berlawanan. Konstruksi jembatan juga ditinggikan, sehingga ketika banjir tidak ada sampah yang tersangkut.


“Dengan jembatan baru ini, warga Dukuh Sokolangu dan Sambiroto tidak lagi terisolir, karena dapat langsung terhubung ke jalan raya,” terang Sudewo.


Tak hanya itu, Bupati Sudewo juga meninjau pembangunan jembatan di Desa Karaban, Kecamatan Gabus, Minggu 27 Juli 2025. Pembangunan ini menjadi salah satu prioritas Pemkab Pati membuka akses transportasi antar desa.

“Jembatan ini merupakan penghubung vital antara Desa Tlogoayu, Karaban dan Desa Wuwur. Pembangunan ini direalisasikan atas aspirasi anggota DPRD Pati, Mas Abid, bersama Kepala Desa Karaban,” ucap Sudewo.


Sebelumnya, kata Sudewo, jembatan ini hanya memiliki lebar 2 meter. Kemudian posisinya lebih rendah dari badan jalan, sehingga rawan tersumbat sampah saat banjir.


Pembangunan jembatan dengan anggaran Rp2,1 miliar ini, diharapkan memperlancar arus lalu lintas, khususnya untuk aktivitas angkutan hasil pertanian warga.


Dengan desain yang lebih kokoh dan lebar, mobilitas warga antar desa akan lebih mudah dan tidak terhambat kondisi cuaca.


Ia juga mengapresiasi kolaborasi antara pemerintah desa, DPRD dan warga mendukung percepatan pembangunan infrastruktur.

 

 

 

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube