Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Nyawa Puluhan Santri TPQ di Kudus Nyaris Melayang, Atap Ruang Kelas Ambrol Diterjang Bencana

Ambrolnya atap gedung SD Islam Nurul Yasin Desa Mejobo Kudus karena diterjang angin dan hujan.

KUDUSNyawa puluhan siswa santri TPQ yang belajar mengaji di sebuah gedung Sekolah Dasar di Kabupaten Kudus nyaris melayang.


Dalam peristiwa itu. atap gedung berbahan seng galvalum dan baja galvalum serta plafon di SD setempat ambrol.


Tragedi ambrolnya atap bangunan sekolah karena material bangunannya sudah tak layak, merupakan rentetan peristiwa yang terjadi di Kudus beberapa tahun ini.


Kali ini, kejadian ambrolnya atap gedung terjadi di SD Islam Nurul Yasin, Desa Mejobo, Kecamatan Mejobo Kudus.


Atap lembaga pendidikan yang berada di bawah lingkup Kementerian Agama ini, dilaporkan ambruk usai diterjang hujan dan angin kencang.


Robohnya atap ruang kelas karena seng galvalum dan rangka baja ringan penyangga banyak diterjang angin, terjadi saat aktifitas belajar mengajar sekitar pukul 16.30.


Yang membuat miris, insiden ambrolnya atap saat ruangan kelas penuh dengan para santri Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) yang sedang belajar.


Sore itu bersamaan dengan turunnya hujan deras dan angin kencang yang melanda wilayah Kecamatan Mejobo Kudus.


Dari pantauan di lokasi, keberadaan bangunan sekolah selama ini digunakan secara bergantian untuk siswa SD dan santri TPQ. Yakni saat pagi hingga siang hari digunakan aktifitas belajar mengajar SD. Selanjutnya pada sore harinya digunakan untuk TPQ.


Lokasi gedung SD dan TPQ ini berada di tengah-tengah areal persawahan yang agak jauh dari pemukiman. Karena itu, bangunan sekolah ini sangat rawan diterjang bencana angin kencang.


Kronologi Atap Sekolah Ambruk


Saat kejadian berlangsung atau atapnya ambrol, ada sekitar 20 siswa TPQ yang sedang belajar mengaji di ruang kelas tersebut.


“Awalnya ada suara keras ketika atap yang terbuat dari seng galvalum dan baja ringan tersingkap,” ujar Kepala SD Islam Nurul Yasin Mejobo Kudus, Santika Latsarwati yang ditemui Rabu (8/11/2025).


Karena hembusan angin sangat kencang, membuat atap utama menyingkap dan terbuka. Bersamaan itu pula, air hujan langsung menerobos dan merobohkan plafon yang berada di bawah atap.


“Alhamdulillah, semua selamat, tidak ada korban. Saat kejadian berlangsung, puluhan santri TPQ panik dan menjerit ketakutan, " terang Santika.


Tak ingin nyawa puluhan santri menjadi taruhan, sejumlah guru TPQ sigap menolong dan memindahkan mereka ke ruang kelas yang kondisinya aman.


Usai kejadian, sejumlah guru dan warga pun bergotong royong membersihkan bekas reruntuhan atap plafon dan material bangunan lainnya.


Tak ketinggalan, barang barang yang berada di ruang kelas yang atapnya jebol juga dipindahkan ke ruang kelas lainnya. Barang tersebut berupa bangku, lemari dan buku-buku.


Agar aktifitas belajar mengajar dan mengaji tetap berjalan, pihak sekolah memindahkan sementara ke sejumlah ruang kelas lainnya.


Atas Kondisi yang terjadi, Santika pun mengharapkan bantuan dari Pemkab Kudus. Serta berharap kepada pihak terkait untuk membantu perbaikan atap ruangan kelas yang rusak.


“Kami berharap bisa segera dimanfaatkan lagi untuk kegiatan belajar mengajar, baik siswa SD maupun Santri TPQ,” tukas Santika. 

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube