JEPARA — Beragam potensi unggulan yang dimiliki 7 desa dari 15 desa di Kecamatan Nalumsari, kini serius dikembangkan oleh Pemkab Jepara.
Pengembangan ini mencakup wisata alam, produk UMKM khas, hingga seni ukir yang menjadi keunggulan Jepara.
Potensi Kecamatan Nalumsari yang berbatasan dengan Kabupaten Kudus, terpantau oleh radar Bupati Jepara, Witaliarso Utomo saat melaksanakan program Bupati Ngantor di Desa.
Agenda kegiatan Bupati Witiarso yang dipusatkan di Desa Muryolobo, Kecamatan Nalumsari, bertempat di kawasan BBC Park Muryolobo, Rabu (19/11/2025).
Bupati Witarso dan rombongan menyempatkan berkeliling kawasan BBC Park. Destinasi wisata ini mayoritas berupa kebun aneka buah mulai dari durian, mangga, nangka, jambu dan lainnya. Selain itu, juga ada wahana kolam renang anak lengkap dengan mandi busa.
Bupati Witiarso Utomo menegaskan fokus pemerintah kabupaten memperkuat sektor pariwisata beserta kualitas SDM di wilayah Nalumsari.
“Hari ini kita ngantor di Muryolobo. Kita fokus di wisata, baik alam maupun karya seni gebyok yang ada di Nalumsari,” ujar Bupati Witiarso.
Ia menyampaikan peningkatan SDM menjadi bagian penting agar masyarakat dapat merasakan manfaat nyata dari pengembangan potensi wisata.
"Bentuk pelatihan maupun pendampingan akan diserahkan kepada kepala desa dan PIC tiap wilayah," ujar Witiarso.
Witiarso menekankan agar pendampingan dilakukan secara berkelanjutan.
“Kalau pelatihan hanya satu minggu pasti hilang. Tapi kalau sepanjang tahun, mudah-mudahan bisa menjadi bentuk perhatian pemkab kepada masyarakat Nalumsari,” imbuhnya.
Proyek Wisata Digarap Awal 2026
Dalam kesempatan yang sama, Penanggungjawab Proyek Nalumsari, Edy Sudjatmiko menjelaskan, Gebyok ukir menjadi identitas utama yang ditawarkan sebagai daya tarik wisata dan UMKM antar desa.
“Gebyok ini tidak semua kabupaten punya. Bahkan di Jepara, pusatnya ada di Nalumsari, khususnya empat desa yakni Belimbing, Gemiring Lor, Gemiring Kidul, dan Jatisari,” ungkapnya.
Selain gebyok, kata Edy, pengembangan juga meliputi produk unggulan lainnya. Seperti kluwek, susu etawa, hingga rencana produksi alat terbangan.
"Semua potensi itu akan dihubungkan dalam satu jalur yang mendukung kawasan wisata seperti BBC Park dan Sreni, sebagai wisata alam dan edukasi, " terangnya.
Dalam perencanaan jangka panjang, wilayah timur Jepara akan dikembangkan sebagai destinasi edukasi alam, UMKM, dan wisata keluarga.
"Wisatawan dapat menikmati variasi pohon, buah-buahan, aktivitas bermain, hingga mengenal proses produksi UMKM khas daerah, " imbuhnya.
Program ini akan mulai dirilis pada tahun 2026, ditandai dengan persiapan lahan dan pembangunan shelter pertama dan kedua. Desa Tunggul Pandean telah menyiapkan lahan sekitar 1,4 hektare sebagai titik awal pembangunan.
“Target launching awal 2027, sehingga SDM desa sadar wisata sudah harus siap semua,” jelas Edy yang juga Kepala Diskarpus Jepara ini.
Dengan kunjungan ribuan wisatawan setiap bulan ke BBC Park, Pemkab Jepara optimistis kawasan wisata Nalumsari dapat menjadi magnet baru, baik bagi wisatawan lokal maupun mancanegara.
“Jepara hampir seperti Bali, di samping wisatawan lokal juga ada wisman,” pungkas Edy.
Ia juga menambahkan bahwa meskipun gebyok berakar dari rumah adat Kudus, namun para perajinnya justru berasal dari Jepara yang memiliki kemampuan mengukir jauh lebih baik.
Karena hal itu menjadi nilai tambah bagi UMKM dan industri kreatif di Nalumsari Jepara.