Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

LGNOTA Jateng Soroti Transparansi Bantuan Pendidikan Anak Rentan di Jepara, Ini Masalahnya

Inilah wajah wajah pengurus LGNOTA Jepara yang baru dikukuhkan Wabup Ibnu Hajar

JEPARA Keberadaan anak berisiko putus sekolah yang masih saja banyak ditemukan di Kabupaten Jepara tentunya membuat sejumlah pihak prihatin. Kondisi ini menjadi fokus utama Lembaga Gerakan Nasional Orang Tua Asuh (LGNOTA) Jepara.


Selain menyoroti anak putus sekolah, LGNOTA juga lebih serius memperhatikan anak berkebutuhan khusus, anak dari pesisir, serta anak yang belum tersentuh program sosial.


Komitmen pendampingan anak anak rentan itu, menjadi program kerja utama LGNOTA Jepara periode 2025–2030.


Kepengurusan tersebut baru saja dikukuhkan Wakil Bupati (Wabup) Jepara Ibnu Hajar di Pendopo Kartini, Senin (24/11/2025).


Struktur baru LGNOTA Jepara ini, diharapkan memperkuat pendampingan pendidikan bagi anak dari keluarga kurang mampu di wilayah Bumi Kartini.


Ketua LGNOTA Jepara Maftuhatin mengatakan, lembaganya segera melanjutkan pendampingan pendidikan bagi anak dari keluarga kurang mampu.


'Karena itu, perlunya dukungan pemangku kepentingan agar program berjalan menyasar anak rentan, termasuk anak berkebutuhan khusus, anak dari pesisir, serta anak yang belum tersentuh program sosial, " terang Maftuhatin.


Terkait persoalan masih terdapat anak berisiko putus sekolah di Jepara, kata Maftuhatin, LGNOTA Jepara kembali memperkuat peran pendampingan dari jaringan Forum Komunikasi Kelompok Orang Tua Asuh (FKKOTA) di 16 kecamatan.


Tak hanya itu, Maftuhatin juga menyinggung pengembangan kemitraan LGNOTA dengan perangkat daerah, dunia usaha, akademisi, dan relawan pendidikan di Jepara.


Maftuhatin menegaskan, LGNOTA berkomitmen mendukung wajib belajar sembilan tahun. Selain itu, memperkuat FKKOTA di 16 kecamatan, serta memperluas kemitraan dengan pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan relawan.


"Kami juga mendorong gerakan sosial satu ASN satu anak asuh, satu guru satu anak asuh, dan satu dokter satu anak asuh,” ucap Maftuhatin.


Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum LGNOTA Jawa Tengah Zaimatun Ali Mufiz, mengapresiasi pelantikan LGNOTA Jepara.


Zaimatun pun meminta pengurus LGNOTA Jepara menjaga transparansi pengelolaan bantuan. Ia menilai kolaborasi dengan dinas pendidikan hingga lembaga sosial diperlukan, agar bantuan dapat tersalurkan berkelanjutan.


“Kelola dana asuh yang terkumpul dengan transparan dan akuntabel sehingga kepercayaan masyarakat sebagai orang tua asuh tetap terjaga,” tuturnya.

Sinergi LGNOTA dan Pemkab Jepara

Di lain pihak, Wakil Bupati Jepara Muhammad Ibnu Hajar menyebut masih terdapat anak tidak sekolah atau putus sekolah di Jepara.


Ia berharap LGNOTA dapat bersinergi dengan Pemkab Jepara memperluas akses pendidikan, termasuk mendukung penanganan anak yang belum terakomodasi melalui program sekolah rakyat.


Wabup Hajar menegaskan pentingnya kolaborasi antara LGNOTA dan seluruh elemen masyarakat untuk menekan angka anak tidak sekolah.


“Kami ingin kerja sama ini tidak berhenti pada satu lembaga saja. Semua organisasi dan elemen masyarakat harus dirangkul untuk bersama membangun Jepara, termasuk mengurangi angka anak tidak sekolah,” kata dia.


Untuk diketahui, pengukuhan dilakukan Wakil Bupati Muhammad Ibnu Hajar. Selanjutnya dihadiri perwakilan perangkat daerah, organisasi masyarakat, dan sejumlah mitra LGNOTA.


Acara tersebut turut dihadiri Pembina LGNOTA Jepara Laila Saidah Witiarso Utomo, perwakilan Kemenag Jepara, pimpinan perangkat daerah, Baznas Jepara, dan Ikatan Dokter Indonesia setempat.


Susunan kepengurusan LGNOTA Jepara terdiri atas Ketua Maftuhatin, Wakil Ketua Nur Osel Kahisha Putri, serta sekretaris dan bendahara masing-masing dua orang.


Tiga bidang juga dibentuk, yaitu Penggalangan Orang Tua Asuh dan Penyaluran Bantuan, Organisasi Program dan Data, serta Hubungan Masyarakat.


Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube