JEPARA — Kerusakan kawasan pesisir pantai Desa Tanggul Tlare, Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara, memicu keprihatinan Pengurus Wilayah Gerakan Pemuda Ka’bah (GPK) Jawa Tengah.
Karena itu, pasukan hijau bentukan GPK Jateng dikerahkan untuk menanami mangrove di kawasan itu. Langkah ini untuk merawat kelestarian alam dan menjaga garis pantai utara Jawa dari ancaman abrasi yang makin ganas.
Agenda penanaman mangrove yang dilakukan pasukan hijau GPK itu, dikendalikan Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen. Selain itu melibatkan Wakil Bupati Jepara M. Ibnu Hajar.
Tak ketinggalan, perwakilan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Tengah, Kepala DLH Jepara Rini Patmini, Camat Kedung Himawan Muttaqin, Pemdes Tanggul Tlare serta jajaran DPC PPP Jepara dilibatkan.
Wagub Taj Yasin Maimoen menegaskan, manusia memiliki fungsi penting sebagai khalifatul fil ardhi, yakni sebagai penjaga kelestarian bumi.
Taj Yasin menyebut kerusakan pesisir dan abrasi yang melanda sejumlah wilayah di Jawa Tengah harus menjadi perhatian bersama.
“Garis pantai Jawa mengalami penurunan yang cukup signifikan akibat abrasi. Ini menjadi agenda pemerintah provinsi dan pemerintah pusat, salah satunya melalui pembangunan giant sea wall,” ujarnya.
Menurut Gus Yasin, proyek giant sea wall Pemerintah Pusat dirancang untuk melindungi wilayah pesisir dari kerusakan yang semakin meluas. Pembangunan tersebut akan dimulai dari Provinsi Banten, DKI Jakarta, Jawa Tengah hingga Jawa Timur.
“Pembangunan giant sea wall ini akan dimulai tahun depan,.yakni dari Kabupaten Demak dan terus menyusur hingga Kecamatan Kedung, Jepara. Ini kerja bersama antara pemerintah dan juga melibatkan akademisi salah satunya dari Universitas Diponegoro,” tambahnya.
Tanaman Mangrove Lindungi Pesisir
Gerakan penanaman mangrove oleh PW GPK Jateng sejalan dengan program Mageri Segoro inisiatif Pemerintah Provinsi Jateng
Ia juga menegaskan bahwa gerakan penanaman mangrove oleh PW GPK Jawa Tengah, sejalan dengan program Mageri Segoro inisiatif Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam melindungi wilayah pesisir.
Pohon mangrove, kata Gus Yasin, bukan hanya berfungsi menahan abrasi saja. Namun juga menjadi sumber kehidupan bagi ekosistem pesisir.
“Penanaman mangrove ini bukan sekadar mencegah abrasi, tetapi ini adalah sumber kehidupan yang memberikan manfaat besar bagi masyarakat,” tuturnya.
Gus Yasin menambahkan, peluncuran Pasukan Hijau GPK diharapkan menjadi motor penggerak gerakan lingkungan di Jawa Tengah.