KUDUS — Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kudus bersama Polsek Kudus Kota menggelar kegiatan penting untuk membentengi generasi muda. Yakni terkait ancaman kenakalan remaja dan kejahatan online.
Bertempat di Aula Kantor Kemenag Kudus, Kelurahan Mlati Kidul, sebanyak 110 Kepala Madrasah Aliyah (MA) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) se-Kabupaten Kudus mengikuti Sosialisasi dan Antisipasi Kenakalan Remaja serta Kejahatan Online pada Sabtu (26/7/2025).
Kegiatan ini diprakarsai oleh Kepala Kemenag Kabupaten Kudus, Suhadi, selaku penanggung jawab. Turut hadir Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Kudus Agus Siswanto, Pengawas MA Kudus Saudin, dan Pengawas MTs Kudus Ahmad Ni’am.
Dalam paparannya sebagai narasumber utama, Kapolsek Kudus Kota, AKP Subkhan, menyoroti peran penting keluarga, lingkungan pertemanan, dan figur idola dalam membentuk karakter remaja.
Ketiga faktor ini, menurutnya, sangat menentukan apakah seorang remaja akan berkembang menjadi pribadi positif atau justru terjerumus dalam kenakalan dan tindak pidana.
“Dalam sistem peradilan anak, dijelaskan bahwa anak usia 12 tahun sampai 17 tahun dapat dimintai pertanggung jawaban pidana dengan persyaratan tertentu, walaupun upaya diversi lebih diutamakan. Itu yang harus dipahami oleh kita semua termasuk anak-anak,” terang AKP Subkhan.
Ia juga menekankan bahwa kemajuan teknologi dan internet menjadi salah satu faktor dominan pemicu maraknya kenakalan remaja dan kejahatan online saat ini.
Beberapa contoh yang diungkapkan meliputi pembelian minuman keras via online, penyalahgunaan kos per jam yang dipromosikan daring, fenomena balap liar dan komunitas gangster yang terbentuk di media sosial, serta tindakan premanisme dan bullying yang juga berawal dari interaksi daring.
“Tak hanya itu, remaja juga rentan menjadi korban kejahatan siber, seperti phishing, judi online, penipuan digital, bullying daring, dan pinjaman online ilegal,” jelas Kapolsek.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolsek turut menyampaikan langkah-langkah preventif dan edukatif yang dapat dilakukan oleh pihak sekolah dan orang tua.
Ia juga memaparkan kerangka hukum dan sistem peradilan anak, termasuk regulasi terkait pelanggaran remaja dan tindak pidana konvensional maupun berbasis kejahatan online.
Kegiatan sosialisasi ini berlangsung aman, tertib, dan penuh antusiasme dari para peserta. Para kepala madrasah menyambut baik kegiatan ini sebagai bentuk sinergi antara aparat penegak hukum dan dunia pendidikan dalam menjaga generasi muda dari pengaruh negatif era digital.
Diharapkan, seluruh kepala MA dan MTs dapat menjadi ujung tombak dalam mencegah dan menanggulangi kenakalan remaja serta melindungi peserta didik dari potensi kejahatan online melalui penguatan karakter dan pengawasan yang lebih intensif.
Sebelumnya, Polsek Kudus Kota juga telah memanfaatkan momen Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di sekolah-sekolah dan madrasah di wilayah Kecamatan Kota.
Kegiatan ini dilakukan secara masif dan sporadis untuk membentengi siswa baru, sehingga mereka mampu mendeteksi perilaku menyimpang yang berimplikasi pada masalah hukum dan memahami konsekuensinya, demi terwujudnya kamtibmas yang kondusif di Kabupaten Kudus.