GROBOGAN — Pemkab Grobogan melalui Dinas Ketahanan Pangan Daerah (DKPD) setempat bekerjasama dengan Bulog menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) sejak akhir pekan lalu.
Total beras yang digelontorkan dalam program pangan murah yang digelar serentak dalam rangka memperingati HUT ke-80 Kemerdekaan RI mencapai 47,5 ton.
Kepala DKPD Kabupaten Grobogan Suwarno menyampaikan, beras yang dijual dalam program ini merupakan Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Terkait penyaluran dilakukan secara bertahap setiap hari, dengan alokasi 2,5 ton beras, lalu 100 kilogram gula pasir dan 900 liter minyak goreng
”Gerakan pangan murah ini diadakan berputar di 19 kecamatan di Grobogan agar manfaatnya benar-benar dapat dirasakan masyarakat secara merata,” terangnya, Rabu 3 September 2025.
Lebih lanjut, Suwarno menambahkan, program GPM ini bagian dari intervensi pemerintah untuk menjaga stabilitas pangan, khsusunya beras di pasaran dan memastikan ketersediaan pangan pokok bagi masyarakat.
"Adapun beras SPHP dijual Rp 57.500 per lima kilogram, lalu minyak goreng sebesar Rp 15.500 per liter, dan gula pasir Rp 17.500," jelasnya.
Suwarno mengatakan, program GPM ini melibatkan Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan, Bappenas, Badan Pangan Nasional (Bapanas), Bulog, dan pemerintah kabupaten/kota masing-masing.
”Dengan intervensi dari pemerintah, masyarakat bisa mendapatkan beras, gula, dan minyak dengan harga lebih terjangkau,” tegasnya.
Suwarno menyebutkan, program GPM juga bertujuan guna menjaga daya beli masyarakat di tengah meningkatnya harga beras, lantaran Harga Gabah Kering naik signifikan belakangan ini. GPM dilakukan secara serentak, tidak hanya di Grobogan, tapi juga di ribuan titik seluruh Indonesia.