KUDUS — Pemkab Kudus menunjukkan aksi nyata mewujudkan lingkungan di Kabupaten Kudus yang sehat dan bersih bagi masyarakatnya.
Bupati Kudus Sam’ani Intakoris bersama jajaran Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Lingkungan Hidup (PKPLH), serta pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) bersih-bersih area Balai Jagong Kudus.
Aksi bersih-bersih yang dimulai sekitar pukul 06.30 WIB ini pun diikuti oleh personel TNI-Polri. Selain itu, organisasi masyarakat (Ormas) Macan Tutul maupun ormas Bodyguard Srigala Nusantara (BSN).
Bupati Sam’ani menyampaikan, lingkungan Balai Jagong Kudus sering dikeluhkan kotor dan banyak sampah yang berserakan.
“Pagi ini kami bersama-sama memberikan aksi, memberikan edukasi dalam rangka bersih-bersih sekitar Balai Jagong,” ujar Bupati kemarin.
Usai aksi nyata yang dilakukan Pemkab dalam menjaga kebersihan lingkungan Balai Jagong, Bupati Sam’ani meminta masyarakat lainnya ikut menjaga kebersihan salah satu ikon Kabupaten Kudus tersebut.
“Tolong buang sampah di tempatnya, nanti Dinas PKPLH yang akan mengambil itu (sampah yang terkumpul di tempat sampah),” katanya.
Orang nomor satu di Kudus itu melanjutkan, saat ini total tempat sampah yang disediakan di area Balai Jagong sudah ideal atau terpenuhi dengan baik.
Namun kadang ada oknum tidak bertanggungjawab yang seenaknya menendang tempat sampah. Karena itu, membuat sampah didalamnya berserakan di tanah.
“Nanti kita coba evaluasi lagi, kalau tempat sampahnya belum tercukupi akan kita cukupkan,” tutur Samani.
Di sisi lain, Sam’ani juga menginstruksikan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kudus untuk mulai memilah sampah dari rumah.
Ketika ASN sudah memberikan contoh baik dengan memilah sampah, Bupati yakin masyarakat lainnya akan ikut melakukan hal yang sama, meski sedikit demi sedikit dan bertahap.
“Memang mengelola sampah itu berat, tapi dengan dukungan semua pihak, itu sangat membantu edukasi tentang pilih sampah dan pengelolannya,” terangnya.
Kepada semua masyarakat Kudus, Bupati Sam’ani mengajak semua bersama-sama menjaga lingkungan. Kudus adalah rumah bersama yang harus dilestarikan kebersihan dan keindahannya.
Dengan gerakan bersih-bersih yang rutin dilakukannya bersama banyak pihak, Bupati berharap aksi itu menjadi edukasi masyarakat untuk bersama menjaga kebersihan.
Ia menyebutkan, jumlah tempat sampah di area Balai Jagong sebenarnya sudah mencukupi. Namun kendala tetap muncul, karena masih ada pihak-pihak yang tidak peduli, bahkan merusak atau memindahkan tempat sampah seenaknya.
“Kita akan evaluasi. Kalau memang perlu ditambah, ya akan kita tambahkan. Tapi yang terpenting adalah kesadaran masyarakat untuk membuang sampah di tempatnya,” tegasnya.
Selain itu, ia juga mendorong masyarakat mulai memilah sampah sejak dari rumah. Langkah ini menurutnya penting untuk memudahkan proses pengelolaan oleh dinas terkait dan sebagai bentuk tanggung jawab lingkungan dari tingkat rumah tangga.
“Kita ajak juga para pedagang kaki lima agar mulai memilah sampahnya. Nantinya dinas akan mengambil secara rutin. ASN pun saya minta menjadi contoh dari rumah masing-masing,” ucapnya.