GROBOGAN — Sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Grobogan aktif mengajukan permohonan pelatihan Penjamah Makanan kepada Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Grobogan. Permohonan tersebut muncul seiring banyaknya kasus keracunan makanan pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) sejumlah daerah di Indonesia.
Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinkes Kabupaten Grobogan, dr Djatmiko, ketika ditemui sejumlah wartawan seusai rapat paripurna di DPDR Kabupaten Grobogan baru-baru ini.
“Pelatihan Penjamah Makanan itu penting juga untuk kelengkapan izin,” katanya.
Djatmiko mengungkapkan, saat ini, di Kabupaten Grobogan ada 43 SPPG, dengan rincian sebanyak 31 sudah berjalan, dan 12 belum beroperasi. Adapun yang sudah menyelenggarakan pelatihan Penjamah Makanan ada sekitar 25 SPPG.
“Jumlah SPPG yang mengajukan permohonan pelatihan pun semakin bertambah. Sebab begitu ada kasus keracunan, mereka semakin takut sendiri, minta diadakan pelatihan penjamah makanan. Setelah itu, untuk mengurus SLHS,” terangnya.
Lebih lanjut, Djatmiko menambahkan, berdasar hasil rapat dengan Dinkes Jawa Tengah, saat ini, kasus keracunan makanan dalam program MBG telah terjadi di 14 kabupaten/kota se-Jawa Tengah.