GROBOGAN — Hingga akhir September 2025, progres fisik renovasi Masjid Jabalul Khoir di kawasan Simpang Lima Purwodadi, Kabupaten Grobogan mencapai 15,26 persen, atau lebih tinggi dari target 8,81 persen.
“Artinya, pekerjaan berjalan lebih cepat dengan deviasi positif 6,45 persen,” jelas Kepala Bidang (Kabid) Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR) Kabupaten Grobogan, Ahmad Taufik Nur.
Lebih lanjut Taufik mengatakan, jika tidak ada kendala, renovasi dijadwalkan akan selesai pada 26 Desember 2025 mendatang, atau tepat 120 hari sejak dimulainya pada 29 Agustus 2025.
“Selama renovasi berlangsung, ibadah tetap jalan. Namun untuk sementara waktu jamaah melaksanakan salat di serambi depan. Begitu area dalam selesai, langsung dipindahkan ke dalam, kemudian pekerjaan dilanjutkan ke serambi,” terangnya.
Taufik menambahkan, Masjid Jabalul Khoir yang berdiri kokoh lebih dari 40 tahun ini sudah beberapa kali direnovasi. Bahkan, sempat ada wacana dibangun menjadi dua lantai. Adapun renovasi sekarang lebih fokus kepada penyempurnaan fasilitas tanpa mengubah struktur bangunan lama.
Seperti diberitakan sebelumnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Grobogan melalui DPUPR setempat melakukan renovasi Masjid Jabalul Khoir yang berada di kawasan Simpang Lima Purwodadi, dengan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2025 sebesar Rp 2,8 miliar.
Sekda Grobogan Anang Armunanto bersama Dewan Kemakmuran Masjid (DKM), imam masjid, tokoh masyarakat, hingga Perwakilan Kantor Kementerian Agama Grobogan beberapa waktu lalu meninjau langsung proses pelaksanaan renovasi.
Sekda Anang mengungkapkan, renovasi menggunakan APBD 2025, kendati masjid memiliki pemasukan yang cukup besar dari infak dan sebagainya. Lebih lanjut, dia membeberkan alasan kenapa renovasi Masjid Jabalur Khoir menggunakan APBD.
”Dianggarkan pakai APBD, karena tanahnya itu milik daerah. Kami yang mengurus APBD-nya, infaknya diurusi sama Dewan Kemakmuran Masjid (DKM),” terangnya, Jumat (10 Oktober 2025) kemarin.
Untuk diketahui, Masjid Jabalul Khoir Purwodadi ini direnovasi dengan anggaran mencapai Rp 2,8 miliar. Dalam dokumen Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Grobogan tercatat, renovasi dikerjakan CV Tanjung Jaya yang beralamat di Desa Wedoro, Kecamatan Penawangan, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah.
Uraian teknis pada dokumen LPSE itu menyebutkan, bahwa konsultan perencananya, Direktur PT Weganda Sricahya, Ucang Sukriswanto. Adapun Pejabat Pembuat Komitmennya adalah Ahmad Taufik Nur.