Wonosobo — Dalam suasana bangsa yang sedang diuji oleh gejolak sosial dan ekonomi, Masjid Jami’ Wonosobo menginisiasi istighosah dan doa bersama sebagai upaya memperkuat ketenangan dan persatuan nasional.
Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur masyarakat. Mulai dari Forkopimda, perwakilan TNI, Polri, pegawai Kementerian Agama, hingga tokoh masyarakat tingkat RT dan RW, semuanya hadir menyatu dalam lantunan doa untuk keselamatan bangsa.
Sekretaris Takmir Masjid Jami’, Fathurohman menuturkan, bahwa kegiatan ini digelar sebagai wujud empati terhadap kondisi bangsa yang tengah menghadapi tantangan berat, baik dari sisi keamanan maupun perekonomian.
"Istighosah dan doa bersama ini diharapkan dapat meredamkan dan mendamaikan keadaan, serta memohon keselamatan dan kesejahteraan bagi bangsa Indonesia," kata Fathurohman kepada awak media.
Menurutnya, Masjid Jami' Wonosobo merasa terpanggil untuk menjadi bagian dari solusi, bukan sekadar pengamat. Di tengah maraknya tindakan anarkis di sejumlah daerah dan ketidakpastian ekonomi nasional, ia menilai penting adanya ruang spiritual untuk menyatukan masyarakat dalam ikhtiar kolektif.
Kegiatan istighosah ini bukan sekadar agenda rutin keagamaan, tetapi juga menjadi refleksi mendalam atas nilai-nilai spiritual dan sosial dalam kehidupan berbangsa. Doa, dalam konteks ini, menjadi medium penguat semangat dan pengingat akan pentingnya rasa syukur, sabar, dan tawakal dalam menghadapi krisis.
Peserta yang hadir dari berbagai latar belakang sosial dan kelembagaan juga menyatakan bahwa momen ini memperkuat rasa kebersamaan di tengah ketidakpastian.
Fathurohman menambahkan, kegiatan serupa juga dilakukan di berbagai wilayah lain. Ia mencontohkan kegiatan doa bersama oleh Kodim 0707/Wonosobo dalam rangka peringatan HUT ke-76 TNI, serta ribuan santri dari Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, yang menggelar istighosah pada 30 Agustus 2025 lalu.
"Ini menunjukkan bahwa masyarakat masih memiliki kepekaan sosial dan kepedulian tinggi terhadap kondisi tanah air. Doa dan istighosah menjadi bentuk kontribusi spiritual yang tak kalah penting," ujarnya.
Sebagai salah satu pusat kegiatan keagamaan di Kabupaten Wonosobo, Masjid Jami' terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan ruang-ruang yang menyejukkan, membangun solidaritas, dan memperkuat nilai keimanan.
Dengan menggelar istighosah secara terbuka dan inklusif, masjid ini tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga simpul sosial yang mempererat hubungan antarwarga.
"Kami ingin masyarakat tidak hanya berdoa, tetapi juga bangkit dengan semangat baru, saling menguatkan, dan tetap berpikir positif," pungkas Fathurohman.