Disperkim Diduga Galang Dana untuk THR

galang dana untuk THR
JELASKAN - Kepala Dinas Perkim Kabupaten Tegal Jaenal Dasmin memberikan penjelasan. Foto : Yeri Noveli/Radar Slawi

SLAWI (DiswayJateng) – Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kabupaten Tegal diduga galang dana untuk THR. Penggalangan dana santunan itu kepada para pengusaha yang terbagung dalam persatuan Real Estate Indomesia (REI) Kabupaten Tegal.

 

Penggalangan dana itu ramai setelah surat Permohonan Bantuan Santunan Hari Raya itu tersebar melalui WhatsApp terkait galang dana untuk THR bagi pekerja harian lepas.

 

Surat itu tertanggal 3 April 2023 bercap stempel dan tandatangan basah Kepala Disperkim Kabupaten Tegal Jaenal Dasmin.

 

Dalam surat itu, Kimtaru meminta bantuan santunan untuk Pegawai Harian Lepas (PHL) sebanyak 49 orang.

 

“Kami akui bahwa surat itu memang kami buat. Tapi, surat terkait galang dana untuk THR tidak beredar. Hanya atas permintaan dari perusahaan sebagai syarat mendapatkan santunan,” kata Jaenal Dasmin, Kamis (13/4/2023).

 

Dia mengemukakan, perusahaan yang bermitra dengan Perkim biasanya memberikan THR kepada pegawainya yang bisa bekerja sekitar perusahaan tersebut sebagai tukang bersih-bersih.

 

Namun, perusahaan itu meminta surat permohonan sebagai syarat administrasi. Hal itu sudah berlangsung lama dengan model seperti itu. Seperti halnya yang biasa dengan pabrik teh dan minimarket MC.

 

“Saya sudah menolak untuk tidak membuat surat. Tapi jika tidak buat surat maka tidak mendukung para pekerja harian lepas,” ungkapnya.

 

Atas viralnya surat itu, Jaenal mengaku langsung mencabut surat dari REI Kabupaten Tegal terkait galang dana untuk THR. Dia mengakui bahwa surat itu baru terkirim ke REI dan perusahaan lainnya belum. Dengan kejadiaan itu, membuat Perkim mengurungkan semua surat.

 

Sementara itu, Ketua REI Kabupaten Tegal Sudirman mengaku mendapatkan surat tersebut. Namun, surat itu telah cabut kembali.

 

“Kami memang tiap tahun memberikan santunan kepada orang miskin dan para pegawai yang kurang beruntung,” tukasnya. (*)