Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Viral Siswi SMKN 1 Gowa Acungkan Jari Tengah ke Guru, 2 Orang Dikeluarkan dari Sekolah

TEGAL — Belum lama ini publik tengah dihebohkan dengan kasus viral di lingkungan SMKN 1 Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel).


Yang mana, salah seorang siswi berinisial R dikabarkan telah dikeluarkan dari sekolah tempatnya belajar.


Sebab, dirinya terekam jelas tengah bertindak amoral dengan mengacungkan jari tengah ke salah satu guru saat sedang berada di ruang kelas.


Tidak hanya R, temannya berinisial N juga ikut dikeluarkan lantaran sebagai sosok yang menyebarluaskan rekaman video berujung viral tersebut.


Sebagaimana dikutip Pojoksatu.id dari akun media sosial platform TikTok milik @info_sulsel pada Sabtu (2/8/2025).

Dalam unggahannya, terekam jelas sosok R tengah mengacungkan jari tengah di depan wajah gurunya.


“Salah seorang Siswi SMK di Gowa acungkan jari tengah kepada gurunya. Informasinya siswi tersebut sudah diberikan sanksi oleh pihak sekolah,” jelas di-caption.


Tidak heran, rekaman tersebut sontak menarik perhatian publik lantaran tindakan pelaku dinilai telah mencoreng nama baik sekolah.

Bahkan, beberapa di antaranya turut menghujat pelaku, baik R maupun N yang merekam kejadian tersebut.


“Disekolah sdh diwajibkan pakai kerudung ehh ternyata attitude dan sopan santun 0%,” cuit @TChelsky99.


“Giliran di tampol ngadu sama orang tua, orang tuanya tar yg ngamuk, model beginian bisa ga di-restart ulang siswinya,” ketik @erikbaso.


“Ini sih dah ga ada akhlak, daripada kelakuannya menular pda murid yg lain, dikeluarkan sj ank itu dri sekolah,” cuitan @DenasIdn1.


Perlu diketahui, siswi tersebut berkahir dikeluarkan usai mereka mendapat panggilan dari pihak sekolah.


Yang mana, panggilan tersebut tidak lama setelah rekaman yang diunggah salah satu pelaku beredar luas di media sosial.


Dalam pertemuan tersebut, pihak sekolah menjelaskan tidak bisa mentolerir tindakan para pelaku terhadap salah satu guru.


Oleh karena itu, kedua siswi SMKN 1 Gowa itu berakhir dikeluarkan dari sekolah, meski baru seminggu belajar.