Jagat maya digegerkan dengan kerusakan lingkungan yang terjadi di Pulau Gebe, pulau ini berlokasi di Maluku Utara.
Mungkin Pulau Gebe belum seterkenal Bali atau Lombok, namun belakangan ini pulau ini banyak disorot oleh publik karena adanya kerusakan lingkungan yang terjadi disini.
Pulau Gebe ini dikenal sebagai surganya para petani dan nelayan, namun kini tidak bisa disebut seperti itu lagi karena sekarang sedang menghadapi ancaman serius akibat adanya aktivitas tambang nikel.
Apakah ada dampak besar yang terjadi pada Pulau Gebe? Yuk simak terus ulasannya dibawah ini.
Dampak yang Dirasakan Warga
Sejak aktivitas penambangan nikel mulai intensif beberapa tahun terakhir, kehidupan warga disini berubah drastis.
Lahan yang sebelumnya subur dengan kebun pala, kelapa, dan cengkih, kini perlahan terkikis oleh konsesi tambang.
Hal ini mengancam sumber pangan dan mata pencaharian utama masyarakat setempat. Beberapa laporan menyebutkan, banyak kebun warga yang terpakai untuk area tambang, membuat mereka kehilangan satu-satunya sumber penghasilan.
Tidak hanya di daratan, dampak kerusakan juga merambah ke perairan. Nyamuk-nyamuk mulai bertambah karena lingkungan yang tidak lagi asri, dan yang paling parah, air sungai dan laut mulai tercemar.
Air sungai yang dulunya jernih dan menjadi sumber air bersih untuk minum dan memasak, kini berubah menjadi kuning kecoklatan akibat paparan sisa material tambang.
Akibatnya, warga kesulitan mendapatkan air bersih dan harus mengeluarkan biaya lebih untuk kebutuhan dasar.
Nelayan adalah salah satu kelompok yang paling menderita atas terjadinya kerusakan lingkungan di pulau gebe ini. Endapan material tambang dari darat terbawa hujan dan mencemari perairan pesisir.
Air laut yang semula biru jernih kini keruh dan berwarna kekuningan. Tentu saja, kondisi ini sangat memengaruhi ekosistem laut.
Penelitian menunjukkan bahwa terumbu karang tertutup oleh sedimen lumpur, dan lamun—tumbuhan laut yang menjadi makanan bagi banyak biota laut—juga terganggu.
Akibatnya, ikan-ikan sulit ditemukan dan para nelayan harus melaut lebih jauh untuk mendapatkan hasil tangkapan yang layak. Ini adalah pukulan telak bagi mereka yang menggantungkan hidupnya pada laut.
Masa Depan yang Tidak Pasti
Kerusakan di pulau gebe ini adalah contoh nyata bagaimana eksploitasi sumber daya alam yang tidak terkontrol bisa mengancam kelangsungan hidup sebuah komunitas.
Laporan dari berbagai lembaga lingkungan menyebutkan bahwa tambang di pulau-pulau kecil seperti Gebe sangat meningkatkan kerentanan ekologis dan sosial.
Saat sumber daya habis, perusahaan akan pergi, namun kerusakan yang ditinggalkan akan menjadi beban bagi masyarakat yang tersisa.
Keberlanjutan lingkungan dan hak-hak masyarakat adat yang sudah ada di sana selama puluhan tahun seolah terabaikan.
Kasus pulau gebe menjadi pengingat bagi kita semua tentang pentingnya keseimbangan antara pembangunan ekonomi dan perlindungan lingkungan.
Apa yang terjadi di pulau gebe adalah berita yang harus terus kita pantau. Ini bukan hanya tentang sebuah pulau kecil yang tercemar, tetapi juga tentang masa depan yang terancam bagi warganya.