Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Sri Mulyani dapat Kado Ultah Banyak Karangan Bunga dari ADAKSI

sri mulyani

TEGAL — Ulang tahun meneteri keuangan yakni sri mulyani kali ini tentu beda dari tahun sebelum-sebelumnya, karena tahun ini ia diberi kado oleh para dosen ASN yang tergabung dalam Aliansi Dosen Akademik dan Vokasi Seluruh Indonesia (ADAKSI).


Kado ulang tahun yang diterima sri mulyani kali ini yakni karangan bunga dengan tulisan yang menohok, hal ini tentu menjadi sorotann publik.


Berikut ini akan kami ulas secara lengkap mengenai kado yang diberikan dari para dosen ASN pada sri mulyani, simak terus ulasannya dibawah ini.


Kado Karangan Bunga untuk Sri Mulyani: Bukan Ucapan Selamat Biasa


Alih-alih hadiah mewah, sri mulyani menerima puluhan karangan bunga yang berjajar rapi di depan Gedung Kementerian Keuangan di Jakarta Pusat. Sekilas, karangan bunga ini tampak seperti ucapan selamat ulang tahun pada umumnya. 


Namun, jika dibaca lebih dekat, pesan-pesan yang tertulis di atas papan bunga tersebut adalah bentuk protes moral dan kritik terhadap beberapa kebijakan pemerintah terkait kesejahteraan dosen.


Aksi ini sengaja dipilih bertepatan dengan ulang tahun sri mulyani, karena para dosen ingin menyampaikan pesan mereka secara simbolis agar lebih mengena. 


Mereka berharap, di hari spesialnya, Menteri Keuangan dapat melihat dan mendengar langsung aspirasi dari para pendidik yang merupakan salah satu ujung tombak kemajuan bangsa.


Pesan di Balik Papan Bunga


Meskipun terlihat sederhana, setiap karangan bunga membawa pesan mendalam dan tuntutan yang sudah lama disuarakan para dosen. Berikut adalah beberapa poin utama yang menjadi inti dari protes tersebut:

Tunjangan Kinerja (Tukin) untuk Semua Dosen ASN: Salah satu tuntutan utama adalah agar tunjangan kinerja diberikan secara merata kepada seluruh dosen ASN, tanpa terkecuali. Para dosen merasa adanya diskriminasi terkait tunjangan kinerja antara Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH), Badan Layanan Umum (BLU), dan Satuan Kerja (Satker). Padahal, mereka semua adalah bagian dari sistem pendidikan nasional.


Peningkatan Tunjangan Fungsional: Tunjangan fungsional dosen dikabarkan tidak pernah naik sejak 2007. Hal ini membuat nilai tunjangan tersebut jauh tertinggal dibandingkan dengan jabatan fungsional lain yang setara.


Jaminan Masa Depan Dosen PPPK: Skema Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) bagi dosen masih penuh ketidakpastian, terutama terkait masa kontrak 5 tahunan tanpa kejelasan promosi dan perpanjangan.


Menolak Kenaikan Biaya Kuliah: Aksi ini juga menyuarakan protes terkait kenaikan biaya kuliah atau Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang dianggap memberatkan mahasiswa dan orang tua. Mereka menuntut agar biaya pendidikan tinggi bisa lebih terjangkau.


Reaksi dan Makna di Balik Aksi


Aksi karangan bunga ini menarik perhatian publik dan media. Meskipun tidak ada orasi atau teriakan, pesan-pesan yang disampaikan sangat kuat. Ada pula perdebatan antara pihak keamanan Kementerian Keuangan dan perwakilan dosen, namun pada akhirnya karangan bunga tersebut tetap berdiri sebagai simbol kritik yang sunyi namun sarat makna.


"Kado" ini bukan sekadar hadiah ulang tahun untuk sri mulyani, melainkan sebuah pengingat bahwa di balik angka-angka anggaran dan kebijakan makro, ada realitas yang dialami oleh para pendidik di lapangan. 


Ini adalah cara para dosen untuk mengatakan bahwa mereka menghargai peran sri mulyani, namun juga berharap sang menteri bisa memperjuangkan hak-hak mereka yang selama ini terabaikan. Aksi ini menjadi cermin bahwa kritik yang disampaikan dengan cara yang kreatif dan elegan pun bisa menghasilkan dampak yang kuat.

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube