TEGAL — Adik Raya tinggal di Kampung Padangenyang, Desa Cinaga, Kecamatan Kabandunga, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat bersama keluarganya. Ia meninggal dunia pada Juli 2025.
Dalam video yang diunggah di akun Instagram @rumah_teduh_sahabat_iin, disebutkan bahwa Raya meninggal dunia dengan tubuh yang dipenuhi cacing.
“Setiap kali membayangkan, seumur hidupnya yang hanya empat tahun itu, tubuhnya digerogoti cacing. Cacing tersebut menyerap oksigen dan nutrisi yang sudah sangat terbatas di dalam tubuhnya. Hati ini remuk mendengarnya. Semoga Allah mengampuni negeri ini, para pemimpin negeri ini, dan mengampuni kami, saudara seiman yang sangat terlambat membantunya,” tulis akun tersebut.
Selanjutnya, akun Facebook Rumah Teduh juga mengunggah sebuah video berdurasi sembilan menit yang menunjukkan kondisi Raya yang kritis saat dirawat di Intensive Care Unit (ICU).
Dalam video tersebut, disebutkan bahwa tubuh Raya dipenuhi ribuan cacing gelang. Bahkan, cacing-cacing itu tampak keluar dari hidung, mulut, dan anusnya.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyampaikan rasa prihatin dan kekecewaan yang mendalam atas apa yang terjadi pada Raya.
“Saya merasa prihatin dan sangat kecewa serta meminta maaf atas meninggalnya balita berusia tiga tahun yang tubuhnya dipenuhi cacing,” ujar Dedi Mulyadi, seperti yang dikutip dari IG KDM, Selasa (19/8/2025) dalam video yang diunggahnya di Instagram.
Dedi mengaku telah menghubungi dokter yang merawat Raya. Ia menyatakan, berdasarkan penjelasan dari dokter, tubuh Raya dipenuhi cacing diduga akibat lingkungan yang tidak bersih.
Sementara itu, ibunya menderita gangguan jiwa dan ayahnya mengidap TBC.
TBC adalah singkatan dari Tuberkulosis, suatu penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis.
Penyakit ini biasanya menyerang paru-paru, tetapi juga bisa menyerang organ lain seperti otak, tulang, dan kelenjar getah bening.
“Saya sudah menelepon dokter yang menanganinya bahwa anak itu memiliki penyakit kalau dalam bahasa kampung cacingan. Ibunya mengalami gangguan kejiwaan atau ODGJ. Dia (Raya) sering dirawat oleh neneknya dan bapaknya mengalami penyakit paru-paru TBC,” ujar Dedi.
“Dia sejak balita sering berada di kolong rumah bersama dengan ayam dan kotoran sehingga mungkin dia sering kali tangannya tidak dicuci dan mulutnya kemasukkan cacingan. sehingga menimbulkan cacing yang akut,” kata Dedi menambahkan.
Ia menegaskan, Pemprov Jabar akan memberikan sanksi kepada pemerintah desa dan pihak terkait yang dianggap lalai menjalankan fungsi pelayanan dasar, seperti Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK), pos pelayanan terpadu (posyandu), dan bidan desa.
Adapun telah mengirimkan tim untuk mengevakuasi dan merawat keluarga almarhum sebagai upaya menangani keluarga korban.