Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Setelah Dicap Haram oleh MUI, Muncul Sound Horeg Berlabel Halal

TEGAL — Beberapa hari ini publik dikejutkan dengan kemunculan sound horeg yang diberi logo halal. Mengapal hal ini terjadi?


Pasalnya MUI telah mengeluarkan kalimat haram bagi sound horeg, namun hal yang tak terduga muncul dan membuat publik heran.


Sebelum membahas lebih jauh penting untuk memahami dulu apa itu sound horeg. Istilah "horeg" ini berasal dari bahasa Jawa yang kurang lebih berarti bergetar hebat, berguncang, atau berdentum.


Dalam konteks musik hiburan, sound "horeg" merujuk pada sistem tata suara yang menghasilkan frekuensi rendah (bass) yang sangat kuat dan menggelegar, hingga mampu membuat tanah dan sekelilingnya bergetar.


Sound horeg biasanya menjadi ciri khas dalam acara-acara seperti karnaval, parade sound system, pesta rakyat, atau bahkan hajatan yang ingin menampilkan kemeriahan luar biasa.


Efek suara yang dihasilkan memang bisa membuat suasana jadi sangat meriah dan penuh energi, seolah-olah seluruh tubuh ikut bergoyang mengikuti irama bass yang kuat.


Kemunculan logo halal: inovasi atau strategi?


Nah, di tengah popularitas sound horeg ini, munculah sebuah tren baru: penyematan logo halal pada perangkat sound system atau bahkan pada tim operator sound itu sendiri. Hal ini tentu saja memicu beragam reaksi dan pertanyaan.


Secara harfiah, label halal dikeluarkan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk menjamin bahwa suatu produk atau jasa memenuhi standar syariat Islam dan aman dikonsumsi atau digunakan oleh umat Muslim. Lalu, apa hubungannya dengan sound system?


Aspek Fungsional: Jelas, sound system bukanlah makanan atau minuman yang bisa dikonsumsi. Jadi, jika dilihat dari fungsi dasarnya, label halal pada sound system secara langsung tidak memiliki relevansi syariah. Sound system itu sendiri adalah alat.


Interpretasi dan Konteks: Kemungkinan besar, penggunaan logo halal pada sound horeg ini adalah bentuk interpretasi yang lebih luas atau bahkan strategi pemasaran. Beberapa kemungkinan di baliknya adalah:

Upaya Menarik Pasar Muslim: Indonesia adalah negara dengan mayoritas penduduk Muslim. Dengan menyematkan label halal, mungkin ada upaya untuk memberikan "rasa aman" atau "persetujuan" kepada audiens Muslim.


Yaitu bahwa hiburan yang disajikan tidak mengandung unsur-unsur yang diharamkan. Misalnya musiknya bukan musik yang diharamkan atau acaranya tidak melanggar syariat.


Edukasi atau Batasan: Bisa jadi, ini adalah inisiatif dari para pemilik atau operator untuk menunjukkan komitmen mereka terhadap nilai-nilai keagamaan.


Mungkin saja mereka ingin menyampaikan pesan bahwa meskipun sound yang dihasilkan "menggelegar", namun mereka tetap menjaga batasan dan norma-norma yang sesuai dengan ajaran Islam dalam penyelenggaraan acaranya.


Misalnya, tidak ada minuman keras, tidak ada tarian seronok, atau tidak ada konten yang vulgar.


Tren dan Kreativitas: Di sisi lain, ini juga bisa menjadi bagian dari tren dan kreativitas di kalangan komunitas sound horeg ini.


Menambahkan logo halal bisa jadi semacam "statement" atau identitas unik yang membedakan mereka dari yang lain. Sekaligus menunjukkan bahwa mereka adalah operator sound yang "beradab" dan "taat".


Pro kontra di masyarakat


Fenomena ini tentu saja menuai pro dan kontra. Ada yang mengapresiasi upaya untuk membawa nilai-nilai keagamaan ke dalam dunia hiburan, sementara yang lain menganggapnya sebagai hal yang tidak relevan atau bahkan terkesan mempolitisasi agama.


Terlepas dari perdebatan, kemunculan sound horeg berlogo halal ini menunjukkan bagaimana budaya dan nilai-nilai agama bisa berinteraksi dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk hiburan.


Ini adalah refleksi dari upaya masyarakat untuk mencari harmoni antara kemeriahan duniawi dan kepatuhan spiritual.

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube