KUDUS — Perhelatan perdana PON Bela Diri 2025 di Kabupaten Kudus Jawa Tengah yang berlangsung sukses, bakal kembali diputar di Kota Kretek- sebutan lain Kota Kudus pada tahun 2027 mendatang.
Pesta olahraga cabang olahraga bela diri yang digelar dua tahun sekali ini, membawa misi memperkuat sinergi antara dunia olahraga, pemerintah daerah, dan pihak swasta seperti Djarum Foundation.
Kabar gembira bagi masyarakat pecinta olahraga bela diri di tanah air ini, diungkapkan Ketua Umum KONI Pusat, Letjen TNI (Purn) Marciano Norman di media Center Djarum Arena Kudus pada Selasa (21/10/2025).
Marciano mengapresiasi dukungan berbagai pihak hingga membuat ribuan atlet dan official tim bisa menikmati indahnya Kota Kudus. Selain itu, mereka juga menampilkan performa terbaik di ajang nasional tersebut.
“Dengan dukungan yang besar, para atlet bisa menikmati dan merasakan indahnya Kota Kudus. PON Bela Diri ini juga tidak akan berjalan tanpa dukungan dari Djarum Foundation,” ujar Marciano.
Karena itu, pihak KONI Pusat bersama Djarum Foundation dan Pemkab Kudus berencana menjadikan PON Bela Diri sebagai event dua tahunan.
Langkah ini, kata Marciano, untuk memperbanyak kesempatan bagi atlet-atlet bela diri Indonesia dalam berkompetisi dan mengasah kemampuan.
“Insyaallah ajang ini (PON Bela Diri) akan digelar dua tahun sekali. Dengan semakin banyak event seperti ini, saya yakin prestasi atlet-atlet bela diri kita akan meningkat, bukan hanya di SEA Games, tapi bisa sampai Asian Games dan Olimpiade,” terang Marciano.
Marciano menyebut bahwa perhelatan PON Bela Diri diharapkan bisa menjadi sarana seleksi nasional, kejurnas, dan kualifikasi menuju PON Multieven di Indonesia.
Marciano mengakui, cabang olahraga bela diri selama ini menjadi salah satu penyumbang terbesar medali bagi Indonesia di ajang internasional.
"Berdasarkan catatan KONI, sekitar 30 persen medali SEA Games berasal dari cabang bela diri seperti silat, taekwondo, kempo, dan sambo, " terang Marciano.
Ke depan, Marciano berharap sumbangan medali ini bisa meningkat lagi seiring diselenggarakannya PON Bela Diri tahun ini mendatang.
KONI Apresiasi Dukungan Media
Tak hanya itu,.Marciano juga menyoroti peran media yang dinilai sangat besar dalam menyebarluaskan informasi dan memperkenalkan atlet-atlet muda dari berbagai daerah.
“Peran media sangat positif. Berita tentang PON Bela Diri 2025 mudah diakses, dan banyak atlet yang sebelumnya belum dikenal kini mulai dipromosikan karena prestasinya. Masyarakat jadi tahu siapa juara sambo, juara kempo, atau silat dari daerah masing-masing,” imbuhnya.
Marciano mengharapkan penyelenggaraan PON Bela Diri 2027 mendatang, antusiasme masyarakat dan jumlah peserta semakin meningkat.
Bahkan KONI Pusat dan Djarum Foundation telah bersepakat bahwa PON Bela Diri akan digelar lagi di Kudus dengan dukungan penuh Djarum Foundation.
“Saya berharap PON Bela Diri berikutnya akan lebih meriah lagi. Kudus akan jadi tuan rumah yang membanggakan. Atlet semakin banyak, prestasi semakin menjanjikan, dan dukungan media makin kuat. Ini bukti bahwa olahraga bela diri Indonesia terus berkembang,” tukasnya.
Mengenai jumlah cabor yang akan dipertandingkan di edisi PON Bela Diri 2027 mendatang, kata Marciano, masih akan melihat ke depan.
Marciano menegaskan bagi cabor yang belum dipertandingkan dalam PON Bela Diri Kudus, nanti akan dipertandingkan di ajang lain.