TEGAL — Kematian yang tragis dari Zara Qairina Mahathir, 13 tahun, seorang siswi di Sekolah Menengah Kebangsaan Agama (SMKA) Tun Datu Mustapha, telah memicu gelombang simpati dan tuntutan keadilan di Malaysia.
Untuk mengungkap misteri di balik insiden ini, pihak kepolisian Malaysia telah melakukan penyelidikan yang mendalam.
Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, juga telah berkomitmen untuk melakukan penyelidikan yang cepat dan transparan.
Sementara itu, Kejaksaan Agung Malaysia telah mengambil langkah serius dengan menggelar inkues untuk mengungkap kebenaran di balik insiden tragis ini.
Keputusan ini menjadi momen penting dalam kasus kematian siswi Zara Qairina Mahathir yang penuh teka-teki.
Berikut adalah 7 fakta kronologi kematian Zara Qairina yang dirangkum dari Malay Mail, laman Media Indonesia.
1. Ditemukan Pagi Buta di Dekat Asrama
Pada 16 Juli 2025 sekitar pukul 03:00 pagi, Zara ditemukan tidak sadarkan diri di saluran drainase dekat asrama putri SMKA Tun Datu Mustapha, Sabah. Lokasi temuan berada tepat di bawah bangunan lantai tiga, memicu dugaan jatuh dari ketinggian.
2. Dibawa ke Rumah Sakit dengan Cedera Parah
Zara dilarikan ke Hospital Queen Elizabeth I di Kota Kinabalu. Kondisinya kritis:
Koma
Patah tangan dan kaki
Cedera kepala parah
Polisi menerima laporan resmi sekitar pukul 08:16 pagi.
3. Kehilangan Fungsi Otak & Dimakamkan
Keesokan harinya (17 Juli 2025), dokter menyatakan Zara mengalami mati otak. Alat bantu hidup dihentikan, dan ia dimakamkan di kampung halamannya, Mesapol, Sipitang.
4. Gelombang #JusticeForZara Menggema
Mulai 18 Juli, media sosial Malaysia dibanjiri tagar #JusticeForZara. Publik mendesak penyelidikan transparan, di tengah isu dugaan bullying dan kelalaian pihak sekolah.
5. Penyelidikan Besar-besaran
Hingga akhir Juli, sekitar 60 orang saksi, termasuk siswa dan staf, telah diperiksa. Laporan diserahkan ke Bukit Aman dan Jabatan Peguam Negara (AGC).
6. Kubur Dibongkar untuk Autopsi Ulang
Atas permintaan keluarga, AGC memerintahkan exhumasi:
8 Agustus: Perintah resmi keluar
9 Agustus: Kubur dibongkar
10 Agustus: Autopsi lengkap & CT-scan dilakukan
7. Hasil Autopsi Mengungkap Penyebab Kematian
Laporan forensik menyebut encephalopathy hypoxic-ischemic cedera otak akibat kekurangan oksigen kemungkinan besar karena jatuh dari ketinggian. Namun, keluarga menilai ini belum menutup kemungkinan faktor lain.
Kasus Zara Qairina masih menyisakan banyak tanda tanya. Dengan tekanan publik yang terus menguat, penyelidikan diperkirakan akan berlanjut hingga semua pihak mendapat jawaban yang memuaskan