TEGAL — Beberapa orang masih sering mengalami jerawat meski sudah rajin pakai skincare. Bahkan tidak pernah yang namanya skip dari tahapan pembersihan hingga perlindungan kulitnya.
Namun jerawat masih tetap saja muncul meski rajin pakai skincare. Jika Anda salah satu yang mengalaminya, perlu Anda tahu dulu ada 5 faktor utama yang bisa memicu kondisi seperti ini.
Jerawat memang masih bisa muncul meski rajin pakai skincare, karena penyebabnya ada banyak. Mulai dari hormon, ketidakcocokan produk, hingga pola hidup yang buruk.
Untuk lebih jelasnya, ketahui dulu mengapa jerawat masih tetap muncul sekalipun Anda sudah selalu rajin pakai skincare. Nanti Anda bisa mendapatkan solusi untuk mengatasinya!
5 penyebab muncul jerawat meski rajin pakai skincare
Jerawat memang salah satu masalah kulit yang umum dan menyebalkan baig banyak orang. Jerawat yang membandel, tidak melulu karena produk skincare, namun juga dipengaruhi beberapa hal :
1. Faktor Hormonal
Jerawat hormonal seperti yang sering muncul di area dagu, rahang, dan leher biasanya disebabkan oleh fluktuasi hormon, terutama hormon androgen. Skincare hanya bekerja di lapisan luar kulit, sementara masalah hormonal adalah masalah internal yang perlu penanganan dari dalam.
Contoh kondisi jerawat seperti ini biasanya menjelang menstruasi, kondisi medis tertentu (PCOS), hingga stres berlebihan.
2. Produk Skincare yang Kurang Tepat
Jerawat muncul meski rajin pakai skincare bisa juga karena produknya tidak cocok. Kulit Anda tidak bisa menoleransi beberapa kandungan tertentu.
Entah itu kandungan niacinamide atau bahan-bahan lainnya. Selain itu, menggunakan produk terlalu berat dan tidak sesuai dengan jenis kulit, tentu sangat cepat memicu peradangan jerawat.
Penggunaan skincare dan kandungan tertentu membutuhkan waktu untuk bekerja. Jangan mengganti produk terlalu cepat (kurang dari 4-6 minggu), sebelum bahan aktif sempat bekerja maksimal.
3. Kebiasaan Buruk Sehari-Hari
Pemicu jerawat selain skincare juga bisa karena kebiasaan buruk sehari-hari. Mulai dari jarang ganti sarung bantal, mencuci brush makeup, menempelkan layar HP penuh bakteri, dan lainnya.
Termasuk juga kebiasaan menyentuh wajah di kondisi tangan yang tidak bersih. Perlu Anda tahu, tangan adalah salah satu bagian tubuh paling kotor dan sering digunakan untuk interaksi berbagai hal. Maka dari itu, jangan pernah sembarangan menyentuh wajah jika belum cuci tangan.
4. Pola Hidup dan Diet
Jerawat masih muncul meski rajin pakai skincare juga karena pola hidup secara keseluruhan. Beberapa makanan bisa memicu lonjakan insulin yang pada akhirnya bisa memperparah jerawat.
Beberapa contohnya roti putih, sereal manis, produk susu, hingga makanan cepat saji. Jenis-jenis makanan ini tidak baik untuk kesehatan organ tubuh dan kulit jika terlalu sering. Kurang tidur juga bisa berpengaruh pada kesembuhan jerawat.
5. Jenis Jerawat yang Parah (Nodul atau Kistik)
Terakhir, jenis jerawat juga harus Anda ketahui untuk mendapatkan teknik penyembuhan yang tepat. Jerawat nodul atau kistik (berupa benjolan besar, keras, dan nyeri di bawah kulit) ada jauh di lapisan kulit.
Skincare bebas yang dijual di pasaran mungkin tidak efektif menembus dan mengobatinya. Untuk perawatan jerawat jenis ini harus dengan penanganan dokter kulit, agar mendapatkan obat minum misalnya, antibiotik, isotretinoin atau terapi hormonal untuk mengatasi masalah dari dalam.
Itulah alasan mengapa jerawat masih tetap muncul meski sudah rajin pakai skincare. Pastikan Anda tidak melakukan kesalahan-kesalahan tersebut dan jika masalah jerawat semakin parah, segera konsultasikan pada dokter.