SURAKARTA — Puluhan warga dari wilayah Solo Raya melaporkan dugaan penipuan program Makan Bergizi Gratis (MGB) ke Polresta Solo, Selasa 29 Juli 2025.
Mereka mengaku telah menyetorkan uang dan menyiapkan fasilitas dapur untuk program sosial yang dijanjikan pihak yang mengatasnamakan Yayasan Barisan Nasional (Barnas).
Perwakilan warga, Harjoko mengatakan, ratusan calon mitra dijanjikan kerja sama penyediaan makanan untuk anak sekolah, lansia, dan kelompok rentan, dengan bayaran Rp12.000 per boks. Namun hingga berbulan-bulan, program tak kunjung terealisasi.
“Setiap orang diminta membayar Rp175 ribu untuk pendaftaran dan jaminan. Beberapa bahkan merenovasi dapur sesuai standar yayasan,” ujar Harjoko.
Warga juga mengungkap, program tersebut dikaitkan dengan nama-nama besar seperti Erick Thohir Foundation dan mantan Presiden Joko Widodo. Namun, laman resmi yayasan mendadak tak bisa diakses dan program tidak kunjung berjalan.
Disebutkan, mitra diarahkan menyiapkan 200 porsi makanan bergizi dengan janji pelaksanaan pada akhir Juli. Tetapi setelah surat edaran dikeluarkan dan MoU dikirim, kegiatan tak pernah terlaksana. Bahkan tanggal pelaksanaan dalam MoU disebut “rahasia yayasan pusat”.
Diperkirakan, jumlah korban di wilayah Solo Raya mencapai lebih dari 3.000 orang yang telah menyetorkan uang.
Sementara itu, Wakasatreskrim Polresta Solo AKP Sudarmianto membenarkan adanya aduan warga. Namun laporan belum diproses secara resmi karena pelapor belum melengkapi dokumen pendukung.
“Kami minta dilengkapi dokumen seperti perjanjian kerja sama dan bukti pembayaran agar bisa ditindaklanjuti sesuai prosedur,” ujarnya.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat lebih waspada terhadap tawaran kerja sama yang meminta uang di awal, terutama jika lembaganya tidak jelas secara legalitas.