Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Polisi Belum Temukan Bukti Tabrak Lari dalam Insiden Pelari Tewas di Yos Sudarso

Kasatlantas Polresta Solo
Kompol Agung Yudiawan

Kepolisian masih menyelidiki kecelakaan tragis yang terjadi di Jalan Yos Sudarso, Gajahan, Solo, pada Rabu 2 Juli 2025 lalu, yang menewaskan seorang pelari bernama HG (42), warga Solo Baru. 


Meski sempat muncul dugaan tabrak lari yang viral di media sosial, penyelidikan awal belum menunjukkan adanya keterlibatan kendaraan lain.


Kasatlantas Polresta Solo, Kompol Agung Yudiawan menjelaskan, hasil sementara dari olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pengumpulan keterangan belum mendukung narasi tabrak lari yang beredar luas.


“Dugaan adanya tabrak lari belum bisa dibuktikan. Dari penyelidikan di lokasi, yang terlibat hanya satu kendaraan sepeda motor, dan belum ditemukan indikasi kendaraan lain yang terlibat,” ujar Agung kepada wartawan di Mapolresta Solo, Senin 7 Juli 2025.


Korban kecelakaan sendiri diketahui sedang berolahraga pagi saat insiden terjadi. Sementara itu, pengendara sepeda motor Honda Revo berinisial FA, yang menabrak korban, saat ini masih menjalani perawatan intensif akibat luka parah di kaki dan belum bisa dimintai keterangan.


“Pengendara motor yang juga terluka belum dapat kami minta keterangan karena masih dirawat. Hal ini membuat proses penyelidikan sedikit terhambat,” tambah Agung.


Salah satu tantangan utama dalam penyidikan kasus ini adalah ketiadaan saksi mata langsung. Hingga kini, polisi belum mendapatkan kesaksian dari warga yang benar-benar melihat kejadian secara utuh.

Terkait spekulasi di media sosial soal pengendara motor lain yang diduga sedang bermain ponsel hingga menyebabkan kecelakaan, polisi menegaskan belum ada bukti atau rekaman CCTV yang mendukung klaim tersebut.


“Tidak ada saksi atau rekaman yang menunjukkan adanya pengendara lain atau penggunaan ponsel saat kejadian. Kami akan terus menggali informasi dan membuka peluang bagi warga yang mengetahui kejadian untuk melapor,” ungkapnya.


Polisi mengajak masyarakat untuk tidak terpancing narasi yang belum terverifikasi, sembari menunggu hasil resmi dari penyidikan.


“Kami imbau masyarakat untuk tidak menyebarkan kabar yang belum terbukti. Jika ada yang menyaksikan kejadian secara langsung, kami sangat berharap bantuannya untuk memberikan informasi ke pihak berwajib,” pungkas Agung.


Kecelakaan tersebut sempat menjadi perbincangan luas di dunia maya, terutama karena narasi tabrak lari yang berkembang tanpa dasar kuat. 


HG meninggal dunia setelah beberapa hari dirawat akibat luka parah, sementara pengendara motor juga harus dilarikan ke rumah sakit karena mengalami patah tulang.

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube