SRAGEN — Pemerintah Kabupaten Sragen melalui Dinas Pekerjaan Umum (DPU) meluncurkan program Adopsi Jalan. Langkah sebagai jawaban atas tantangan infrastruktur jalan dan upaya mewujudkan visi misi bupati. Program ini dirancang untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha dalam menjaga kualitas jalan di Sragen.
Kepala DPU Sragen, Albert Pramono Susanto, mengakui bahwa sorotan masyarakat paling sering tertuju pada kondisi jalan. "Pemeliharaan jalan selama ini dibebankan kepada kabupaten. Namun, kini kami mengajak partisipasi aktif dari masyarakat, baik secara langsung maupun tidak langsung," ujarnya Kamis (3/7).
Program Adopsi Jalan bertujuan untuk mencarikan "orang tua angkat" bagi ruas-jalan di Kabupaten Sragen. "Jadi, siapa pun yang peduli, termasuk pihak swasta yang memanfaatkan jalan, bisa terlibat," tambah Albert.
Ada empat poin penting yang ditekankan dalam program ini. Yakni Memelihara ruas jalan masing-masing: Masyarakat didorong untuk melakukan pemeliharaan ringan seperti membersihkan saluran air dan menjaga bahu jalan.
Kemudian Melaporkan jalan yang rusak. Saat ini DPU telah membuka kanal pelaporan, termasuk sosialisasi kembali aplikasi digital "PATRIOT SRAGEN" berbasis Android. Aplikasi ini memungkinkan masyarakat melaporkan kerusakan secara real-time dengan fitur unggah foto dan pelacakan status laporan.
Kemudian melakukan perbaikan sendiri. Masyarakat juga dapat melaksanakan perbaikan ringan melalui Kelompok Masyarakat Jaga Jalan (Pokmas JJ) yang telah dibentuk di berbagai desa dan kelurahan, dengan pendampingan teknis dari DPU.
Albert Pramono Susanto menjelaskan bahwa DPU telah membentuk Sragen Road Care (SRC) berbasis wilayah, sebagai pengembangan dari Unit Reaksi Cepat (URC). "SRC akan bertugas menindaklanjuti laporan masyarakat dengan sigap, bekerja sama dengan Pokmas JJ dan dinas teknis untuk memastikan perbaikan dapat dilakukan secara efisien," terangnya.
Meskipun bukan hal yang mudah, Albert optimis program ini akan berhasil. "Kami akan membantu masyarakat menyalurkan bantuan dan membangun kemitraan dengan swasta sebagai bentuk kepedulian bersama," pungkasnya.
Dia mengatakan tentu ada imbal balik pada swasta atau perorangan yang berpartisipasi. "Kami sadari ada timbal balik mutualisme, jika bantuan total mungkin bisa pemberian nama atau prasasti berkaitan dengan pemberi bantuan. Yang paling sederhana minimal penghargaan prasasti atau piagam dari pemerintah kabupaten Sragen," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Bina Marga DPU Sragen, Aribowo Sulistyo, melaporkan bahwa dari total panjang ruas jalan kabupaten 1.020,25 km, saat ini kondisi mantap mencapai 86 persen, sedangkan 13 persen dalam kondisi rusak. "Namun, kami memperkirakan kemantapan jalan akan sedikit menurun pada tahun 2025 karena belum adanya kegiatan besar," jelas Bowo.