Karanganyar — Dua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dijatuhi sanksi penutupan sementara hingga memenuhi seluruh standar keamanan pangan. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar mengambil langkah tegas pasca-insiden dugaan keracunan makan bergizi gratis (MBG) siswa SMP di Tawangmangu.
Wakil Bupati Karanganyar, Adhe Eliana, memastikan seluruh siswa yang sempat dirawat kini telah membaik. Hal itu disampaikannya saat menjenguk para korban di RSUD Jenglong, Jumat 10 Oktober 2025.
“Alhamdulillah semuanya sudah membaik. Dokter juga sudah menangani anak-anak kita dari SMP Tawangmangu dengan baik,” ujar Adhe.
Ia juga menegaskan, seluruh biaya perawatan ditanggung oleh Pemkab Karanganyar sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah terhadap masyarakat.
Berdasarkan dialog Adhe dengan para siswa, diketahui mereka telah rutin menerima menu MBG (Makan Bergizi Gratis) selama dua bulan terakhir tanpa kendala.
Namun, pada menu terakhir, nasi goreng, muncul gejala mual dan pusing yang diduga menjadi pemicu keracunan.
“Tadi saya tanya, besok makan MBG lagi berani enggak? Mereka jawab berani, asal jangan nasi goreng,” ungkap Adhe sambil tersenyum.
Dari seluruh siswa yang terdampak, 10 orang sempat dirawat inap, satu di antaranya telah pulang pada Jumat pagi. Sementara sembilan siswa lainnya dipastikan membaik dan dijadwalkan pulang pada Sabtu 11 Oktober 2025.
Adhe menegaskan, Pemkab Karanganyar akan memastikan seluruh pelaksanaan program MBG berjalan sesuai prosedur, termasuk pemenuhan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
“Kami ingin memastikan semuanya berjalan baik, SOP harus dipenuhi, SLHS juga wajib ada,” tegasnya.
Sebagai tindak lanjut, Satgas MBG Karanganyar merekomendasikan penutupan sementara dua SPPG yang terindikasi lalai dalam penerapan standar higienitas. Penutupan ini berlaku tanpa batas waktu hingga seluruh persyaratan terpenuhi.
Pemkab Karanganyar kini tengah menunggu hasil laboratorium terhadap sampel makanan untuk mengetahui secara pasti penyebab bakteri dalam kasus ini.
Sementara itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) bersama Satgas MBG akan turun langsung memberikan pembinaan kepada seluruh anggota SPPG.
“Kami tekankan pentingnya tanggung jawab dan kesadaran dalam menyiapkan makanan untuk anak-anak sekolah. Ini bukan sekadar pekerjaan, tapi amanah,” pungkas Adhe.