Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Doa dan Air Mata Mengiringi Kepergian Sang Dalang, Ki Ageng Anom Suroto

Prosesi pemakaman Maestro Dalang
Anom Suroto yang diwarnai isak tangis kerabat dan handai taulan.

Iring-iringan jenazah Ki Ageng Anom Suroto diberangkatkan dari Ndalem Timasan, Makamhaji, Jumat 24 Oktober 2025. 


Lantunan doa, isak haru, dan taburan bunga mewarnai kepergian sang maestro dalang purwa Indonesia menuju peristirahatan terakhir di Pemakaman keluarga Depokan, Juwiring, Klaten.


Para sahabat, seniman, tokoh masyarakat hingga pejabat datang silih berganti untuk memberikan penghormatan terakhir. 


Di sepanjang jalan menuju rumah duka, karangan bunga belasungkawa berjejer rapat, tanda betapa luasnya pengaruh dan kasih yang ditinggalkan oleh sosok dalang legendaris berusia 77 tahun itu.


Salah satu yang hadir dengan duka mendalam adalah H. Puspo Wardoyo, pengusaha sekaligus pemerhati budaya yang dikenal memiliki kedekatan khusus dengan almarhum. 


Melalui ucapan belasungkawanya, Puspo mendoakan agar sang sahabat mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan.


“Beliau bukan hanya seniman besar, tapi guru kehidupan. Saya mendoakan semoga Pak Anom husnul khotimah, diampuni segala khilafnya, dan amal budayanya menjadi cahaya abadi,” tutur Puspo dengan mata berkaca-kaca.


Kedekatan antara keduanya terjalin erat sejak lama. Dalam setiap pementasan wayang yang digelar Ki Anom Suroto, terutama saat masa jayanya, H. Puspo Wardoyo kerap hadir memberi dukungan moral dan materi untuk para niyaga dan sinden. 


Bahkan saat pandemi, ketika pertunjukan hanya bisa dilakukan secara daring, Puspo tetap memberikan bantuan bagi para kru pementasan.


Kisah kebersamaan itu kembali terngiang ketika Ki Anom merayakan ulang tahunnya yang ke-73 pada Agustus 2021. Dalam acara sederhana yang dikemas dengan pementasan daring, tampak wajah bahagia Ki Anom saat meniup lilin angka 73, disaksikan KGPH Poeger, putra PB XII, serta para sahabat dekat.


Kala itu, Puspo Wardoyo, yang juga lulusan Akademi Seni Karawitan Indonesia (kini ISI Solo), menyampaikan apresiasinya terhadap dedikasi Ki Anom menjaga seni pedalangan di tengah arus modernitas.


“Pak Anom telah berjasa besar memperkenalkan seni pedalangan hingga ke mancanegara. Semoga generasi penerus, seperti Ki Bayu Aji Pamungkas, bisa melanjutkan semangat itu dan membuat wayang semakin dekat dengan generasi muda,” ujarnya waktu itu.


Kini, sang dalang yang dikenal lembut tutur katanya, dalam, dan penuh filosofi telah berpulang. Ia meninggalkan istri, Rita Diana S, serta delapan anak dari dua pernikahan. Namun, warisan budaya, keteladanan, dan semangatnya akan terus hidup melalui tangan para penerus, terutama sang putra, Ki Bayu Aji Pamungkas.


Dari balik kelir kehidupan, Ki Ageng Anom Suroto telah menuntaskan lakonnya. Tetapi pesan moral dari sabdanya akan terus menggema, tentang kejujuran, pengabdian, dan cinta terhadap budaya bangsa. Selamat jalan, Kanjeng Raden Tumenggung Lebdonagoro. 

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube