Wakil Wali Kota Solo Astrid Widayani kini resmi dipercaya memimpin DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kota Solo.
Setelah menerima amanah itu, Astrid langsung tancap gas dengan fokus utama memantapkan struktur kepengurusan partai hingga tingkat paling bawah.
“Sekarang kami sedang menunggu SK resmi dari DPP. Sebagian prosesnya sudah berjalan, tinggal pemantapan di daerah. Begitu SK turun, kami akan langsung melakukan konsolidasi,” ujar Astrid, Senin 13 Oktober 2025.
Astrid menjelaskan, konsolidasi nantinya difokuskan untuk melengkapi susunan pengurus hingga tingkat kecamatan dan kelurahan. Menurutnya, struktur yang kuat menjadi kunci agar “mesin partai” dapat bekerja optimal di semua tingkatan.
“Insyaallah setelah SK turun, kami akan sempurnakan kepengurusan hingga ke akar rumput,” jelasnya.
Selain menjabat Ketua DPD PSI Solo, Astrid juga memegang amanah sebagai Kepala Sekolah Kader DPP PSI. Ia menegaskan, kedua posisi itu memiliki peran berbeda namun saling melengkapi.
“Kalau di DPP, fokusnya pada penguatan ideologi dan pelatihan kader secara nasional. Sementara di Solo, saya bergerak memperkuat struktur dan gerakan politik di daerah. Dua-duanya berjalan beriringan,” terangnya.
Lebih lanjut, Astrid menyebut PSI kini sedang berada dalam fase penting pasca-kongres nasional dan proses rebranding partai. Ia ingin memastikan semangat dan arah baru PSI dapat tersampaikan hingga ke kader di lapangan.
“Kongres kemarin membawa semangat baru, penyegaran visi, rebranding, dan penguatan kaderisasi. Semua itu harus benar-benar dipahami oleh seluruh kader di Solo,” tegasnya.
Astrid berharap kepengurusan baru PSI Solo mampu menjadi wadah politik yang modern, inklusif, dan progresif, sesuai dengan semangat gerakan anak muda.
“Kami ingin PSI Solo tampil sebagai partai yang terbuka dan punya peran nyata di masyarakat,” pungkasnya.