SRAGEN — Aksi vandalisme tak bertanggung jawab menghebohkan lingkungan Sekolah Dasar Negeri (SDN) Gondang 2, Kecamatan Gondang. Bendera merah putih dicoret dengan tulisan "Gaza" menggunakan cat semprot.
Lantas dinding di lingkungan sekolah juga mendapat coretan. Demikian juga tembok warga yang berdekatan dengan area sekolah kini dipenuhi coretan cat semprot yang merusak.
Vandalisme menampilkan gambar kemaluan laki-laki dan tulisan "Gaza" sama seperti coretan pada bendera Merah Putih.
Kejadian ini menimbulkan kekhawatiran serius bagi pihak sekolah dan masyarakat sekitar, mengingat lokasinya yang sangat dekat dengan aktivitas siswa. Apalagi upaya pengerusakan ini ditujukan pada simbol kedaulatan dan identitas negara.
Coretan-coretan acak dengan cat semprot dan gambar kelamin laki-laki ini menciptakan kesan kumuh dan merusak keindahan lingkungan sekolah.
Ironisnya, lokasi vandalisme yang sangat dekat dengan area aktivitas siswa dikhawatirkan memberikan contoh visual yang tidak mendidik.
Menurut penjaga sekolah SDN Gondang 2, Mei Eko Setyowati, aksi vandalisme ini pertama kali diketahui pada Senin pagi.
Saat para siswa hendak melaksanakan upacara bendera. "Hari Minggu sore saya bersih-bersih tidak melihat adanya bendera dicoret-coret dan di tembok juga belum ada coretan-coretan. Paginya baru tahu kalau ada coretan-coretan seperti itu," ungkapnya.
Dia menambahkan bahwa selain bendera Merah Putih yang ditulisi "Gaza", beberapa titik lain di lingkungan sekolah juga menjadi sasaran coretan.
"Selain bendera, ada tembok sekolah yang ditulisi tulisan Gaza. Kemudian di depan itu ada tembok warga sekitar sekolah juga dicoret-coret dengan gambar serta tulisan," bebernya.
Menanggapi kejadian ini, Kepala Sekolah SDN Gondang 2, Sri Wahyuni, segera mengambil tindakan. Terkait sekolah tersebut, dia menyampaikan tidak ada CCTV. "Langsung kami hapus yang di tembok ini dan kami ganti bendera yang dicoret-coret," ujarnya.
Sementara itu, tokoh masyarakat Desa Gondang, Kecamatan Gondang Sumardi menyayangkan kejadian tersebut.
Dia tidak yakin aksi itu sekedar kenakalan anak anak. "Kalau kemungkinan dilakukan malam hari jelas bukan anak-anak, mohon yang berwajib segera menangkap pelakunya," tegasnya.